Film fiksi ilmiah aksi Lucy dirilis secara global pada 25 Juli 2014 dan sukses meraup pendapatan lebih dari 469 juta dolar di seluruh dunia dari total anggaran produksi sebesar 40 juta dolar. Karya sinema garapan sutradara Luc Besson ini diproduksi oleh perusahaan miliknya EuropaCorp bersama sang istri, Virginie Besson-Silla, serta mengambil lokasi syuting utama di Taipei, Paris, dan New York City.
Cerita dalam film berdurasi 93 menit ini berpusat pada karakter bernama Lucy yang diperankan oleh Scarlett Johansson, seorang wanita Amerika yang sedang belajar di Taipei. Ia terjebak dalam situasi berbahaya setelah dipaksa menjadi kurir narkoba sindikat asal Korea Selatan pimpinan Mr. Jang yang diperankan oleh Choi Min-sik.
Petaka bermula ketika kantong zat sintetis misterius di dalam perutnya bocor dan menyebar ke seluruh aliran darahnya, memberikan kapasitas otak yang meningkat drastis hingga mencapai 100 persen. Perubahan biologis tersebut memberikannya kemampuan super luar biasa seperti telekinetik, telepati, dan kemampuan menembus ruang serta waktu untuk melawan para penjahat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam menjalankan misinya, Lucy berkolaborasi dengan ilmuwan terkemuka Samuel Norman yang diperankan oleh Morgan Freeman serta kapten polisi lokal Pierre Del Rio yang diperankan oleh Amr Waked. Pertemuan tersebut membawanya pada misi besar untuk membagikan seluruh pengetahuan kosmik kepada umat manusia sebelum tubuhnya menyatu dengan ruang waktu.
Pencapaian Komersial dan Ulasan Kritikus Film Lucy
Kehadiran film aksi bergenre fiksi ilmiah ini berhasil mendominasi tangga box office di berbagai negara dan mendapatkan sambutan luar biasa dari para penonton bioskop. Di kawasan Amerika Utara saja, film ini sukses mencatatkan pendapatan tiket sebesar 126,7 juta dolar pada pekan-pekan awal penayangannya.
Performa komersial yang gemilang di bioskop internasional membuat karya sinema produksi Perancis ini dinobatkan sebagai salah satu film aksi paling sukses yang pernah dirilis oleh rumah produksi EuropaCorp. Antusiasme penonton tercatat merata antara penonton pria maupun wanita yang terpesona oleh aksi laga sang aktris utama.
Meskipun merajai box office global, karya arahan Luc Besson ini mendatangkan beragam ulasan dari para pengamat film dunia terkait konsep mitos kapasitas penggunaan otak manusia yang diangkat ke dalam cerita. Sebagian kritikus memuji aspek visual dan penampilan memukau dari Scarlett Johansson, sementara sebagian lainnya menyoroti premis cerita yang dianggap tidak masuk akal secara ilmiah.
Kendati menuai perdebatan di kalangan kritikus, film tersebut tetap meninggalkan warisan budaya pop yang kuat sebagai salah satu tontonan fiksi ilmiah paling ikonis pada dekade 2010-an. Kesuksesan proyek layar lebar ini sekaligus memperkuat jajaran bintang Hollywood papan atas yang sukses memimpin sebuah waralaba film laga tunggal.