Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Kota Depok, Jejak Sejarah...
BERITA

Profil Kota Depok, Jejak Sejarah Kolonial hingga Jadi Kota Otonom

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Pemandangan kawasan perkotaan di Kota Depok Jawa Barat

Pemandangan kawasan perkotaan di Kota Depok Jawa Barat

Profil Kota Depok mencatat wilayah otonom di Provinsi Jawa Barat yang berada tepat di sisi selatan DKI Jakarta dengan jarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota. Kota ini dibentuk dari wilayah Kota Administratif Depok dengan penambahan beberapa kecamatan seperti Limo, Cimanggis, dan Sawangan serta sebagian wilayah dari Bojonggede.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, jumlah penduduk kota ini mencapai 1,9 juta jiwa pada pertengahan tahun 2023. Peresmian wilayah otonom yang ditandai dengan pemisahannya secara resmi dari Kabupaten Bogor pada tanggal 27 April 1999 ditetapkan sebagai hari jadi kota tersebut.

Asal-usul nama wilayah ini memiliki dua kemungkinan versi sejarah populer di masyarakat. Versi pertama menyebutkan wilayah tersebut sudah dikenal sebagai Depok ketika tanah seluas 12,44 kilometer persegi dibeli oleh pejabat senior Perusahaan Hindia Timur Belanda bernama Cornelis Chastelein pada 18 Mei 1696.

Penjelasan alternatif lain menyatakan nama tersebut berasal dari kata bahasa Sunda padepokan yang berarti pertapaan karena situs tersebut sebelumnya digunakan sebagai tempat retret keagamaan. Sebelum meninggal dunia, Chastelein menulis surat wasiat membebaskan keluarga-keluarga yang diperbudak di wilayahnya dan memberi mereka sebagian tanah miliknya.

Perjalanan Pemerintahan dan Perkembangan Wilayah Kota Depok

Para budak yang dibebaskan tersebut juga disebut sebagai orang Mardijker yang berasal dari kata Merdeka dalam bahasa Indonesia. Tanggal 28 Juni kemudian ditetapkan sebagai Hari Depok oleh keturunan keluarga asli untuk mengenang sejarah panjang kepemilikan tanah warisan Chastelein.

Pada tahun 1871, pemerintah kolonial memberikan status khusus atau Gemeente kepada wilayah tersebut agar dapat membentuk pemerintahan lokal yang dipimpin oleh seorang presiden dewan pemimpin. Pemerintahan lokal ini kemudian berakhir pada tahun 1952 ketika administrasi diserahkan kepada pemerintah Indonesia.

Wilayah Depok sempat terbagi dalam tiga kawedanan berbeda di Kabupaten Bogor pada masa Hindia Belanda hingga pendudukan Jepang. Perubahan status administratif terus berlanjut hingga Maret 1982 ketika wilayah ini diklasifikasi ulang sebagai kota administratif di dalam wilayah Kabupaten Bogor.

Pemekaran wilayah secara besar-besaran terjadi pada tahun 2007 ketika subwilayah di kota ini resmi dimekarkan menjadi 11 kecamatan dan 63 kelurahan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat. Pemekaran tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan publik serta mengimbangi pesatnya tingkat urbanisasi.

Topics
kota depok jawa barat sejarah jabodetabek cornelis chastelein pemerintahan urbanisasi profil kota
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.