Profil Mangkunegara I atau Raden Mas Said merupakan kisah perjalanan hidup pendiri Kadipaten Mangkunegaran sekaligus Pahlawan Nasional Indonesia yang lahir pada tanggal 7 April 1725. Berdasarkan catatan sejarah, tokoh besar ini lahir dari pasangan KPA. Mangkunagara Kartasura dan RAy. Wulan.
Berdasarkan analisis awak media, penamaan Pangeran Sambernyawa melekat erat pada dirinya akibat keahlian strategi militer yang luar biasa selama masa pertempuran melawan kolonial Belanda dan Kesultanan Mataram. Berdasarkan catatan sejarah, Nicolaas Hartingh selaku perwakilan Gubernur VOC untuk Pantai Timur Jawa memberikan julukan tersebut karena pasukan pimpinannya nyaris tidak pernah menelan kekalahan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan silsilah kerajaan, Raden Mas Said sebenarnya memegang hak sah sebagai pewaris takhta Karaton Kartasura karena ayahnya adalah putra tertua Susuhunan Amangkurat IV. Namun, sikap politik ayahnya yang menentang keras VOC berujung pada pengasingan ke Ceylon, Srilanka.
Menurut pengamatan tim redaksi, jejak fisik berupa lukisan atau potret wajah KGPPA. Mangkunegara I tidak akan pernah ditemukan di Pura Mangkunegaran hingga saat ini. Wasiat beliau melarang keras penggambaran rupa dirinya demi menghindari pengkultusan pribadi, sehingga identitas visualnya digantikan oleh simbol tulisan MN dalam bingkai Surya Sumirat.
Sebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah, perjuangan panjang Raden Mas Said melibatkan sekitar 250 kali pertempuran gemilang dalam kurun waktu 16 tahun melawan kekuatan VOC dan Mataram. Motto tiji tibèh yang berarti mati siji mati kabèh, mukti siji mukti kabèh menjadi kunci utama dalam menjaga soliditas pasukan yang militan.