Profil Kasmuri atau lebih dikenal dengan nama Murry sebagai penabuh drum legendaris Koes Plus mencatatkan warna tersendiri dalam sejarah permusikan tanah air. Berdasarkan catatan sejarah, musisi asal Surabaya ini lahir pada tanggal 18 Juni 1949 dan mengawali perjalanan seninya sebagai gitaris sebelum akhirnya memilih jalur di balik perangkat drum.
Perjalanan karier bermusiknya bermula dari bergabungnya ia dengan grup musik Patas milik Kejaksaan sebelum akhirnya direkrut oleh Tonny Koeswoyo pada tahun 1968. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, perekrutan Murry menjadi titik balik penting dalam formasi awal Koes Plus karena kepiawaian pukulan drumnya memberikan karakter kuat yang membedakan band tersebut dari kelompok musik lainnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain mengawal ritme permainan sebagai drumer, Murry juga aktif menciptakan berbagai karya lagu populer yang melekat di hati masyarakat hingga kini seperti Bujangan, Pak Tani, hingga Pelangi. Berdasarkan analisis awak media, kontribusi besar tersebut membuktikan bahwa perannya di dalam band tidak sekadar sebagai pelengkap melainkan motor penggerak kreativitas.
Dedikasi panjang di dunia musik Indonesia menempatkan nama sang musisi sebagai salah satu ikon abadi hingga akhir hayatnya pada tanggal 1 Februari 2014. Mengutip laporan resmi, warisan karya seni ciptaannya terus dikenang sebagai tonggak sejarah keemasan era pop nusantara dekade 1970-an.