Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Novel After the First Death,...
BERITA

Profil Novel After the First Death, Kisah Sandera dan Terorisme Robert Cormier

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 7 Agustus 2026
Sampul novel After the First Death karya Robert Cormier

Sampul novel After the First Death karya Robert Cormier

After the First Death merupakan novel suspense remaja terbitan 1979 dari penulis Amerika Robert Cormier. Buku ini mengambil judul dari bait terakhir puisi Dylan Thomas berjudul "A Refusal to Mourn the Death, by Fire, of a Child in London" yang berbunyi "After the first death, there is no other". Novel ini langsung menjadi sorotan karena mengangkat tema terorisme dan psikologi karakter secara mendalam.

Kisah berpusat pada pembajakan bus yang membawa anak-anak prasekolah menuju kamp sekolah. Tiga karakter utama menjadi penggerak cerita, yaitu Kate, seorang siswi SMA yang mengemudikan bus; Miro, teroris remaja dari negara asing; dan Ben, putra seorang jenderal yang memimpin unit anti-terorisme bernama Inner Delta. Novel ini ditulis dengan sudut pandang bergantian antar ketiga karakter tersebut.

Keunikan struktur novel ini terletak pada pembagian bab ganjil dan genap. Bab ganjil menceritakan sisi Ben Marchand yang sedang menunggu orangtuanya di sekolah asrama Castle. Ben muda ini memiliki luka tembak dari insiden di jembatan dan ibunya kerap memanggilnya dengan nama "Mark". Bab-bab ini mengungkap bagaimana Jenderal Marchand melibatkan putranya sendiri sebagai kurir pesan kepada para teroris.

Di sisi lain, bab genap mengikuti perjalanan Miro dan tiga rekannya, Artkin, Antibbe, serta Stroll, dalam menjalankan aksi teror. Mereka membajak bus dan memberi permen berisi obat tidur kepada anak-anak. Sayangnya, satu anak meninggal karena overdosis atau kondisi jantung. Peristiwa ini membuat Artkin memerintahkan Miro untuk tidak membunuh Kate agar ia bisa menenangkan anak-anak lain di dalam bus.

Konflik Psikologis dan Pengkhianatan dalam Novel After the First Death

Konflik memuncak ketika bus tiba di jembatan dan dikepung pasukan militer. Kate berusaha melarikan diri dengan bantuan Raymond, anak yang tidak memakan permen, namun usaha ini gagal. Penembak jitu militer menewaskan Antibbe secara refleks, lalu para teroris membalas dengan membunuh Raymond. Ben Marchand dikirim sebagai kurir dengan membawa batu dari tanah air para teroris sebagai bukti penangkapan pemimpin mereka, Sedeete.

Serangan militer akhirnya dilancarkan dan berhasil membebaskan anak-anak yang selamat. Artkin tewas, sementara Ben terluka dalam tembakan silang. Miro berhasil kabur dengan memaksa Kate ikut serta. Kate mencoba meyakinkan Miro bahwa Artkin adalah ayah kandungnya, namun Miro tidak percaya dan menembak Kate. Gadis itu meninggal dengan keyakinan keluarganya tak akan tahu keberaniannya, sementara Miro melanjutkan pelarian.

Salah satu elemen paling kuat dalam After the First Death adalah eksplorasi psikologis antar karakter. Hubungan rumit antara Ben dan ayahnya menjadi inti drama. Jenderal Marchand merekrut putranya yang sensitif sebagai kurir, sebuah keputusan yang berujung pada luka fisik dan trauma psikologis mendalam bagi Ben.

Perasaan bersalah menghantui sang jenderal setelah insiden di jembatan. Dalam bab-bab ganjil akhir, pembaca disuguhi percakapan antara Ben dan ayahnya yang ternyata terjadi di rumah sakit jiwa, bukan di sekolah Castle. Sang jenderal, yang kini menjadi pasien, berusaha meminta maaf kepada putranya yang sudah meninggal karena bunuh diri dari jembatan lain setelah peristiwa tersebut.

Topics
after the first death robert cormier novel suspense young adult terorisme sastra amerika sinopsis novel buku remaja psikologi karakter
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.