Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Nugini Belanda, Sejarah...
BERITA

Profil Nugini Belanda, Sejarah Wilayah Sengketa di Tanah Papua

By Redaksi Kabayan News • 1 min read • 29 Desember 2005
Peta ilustrasi sejarah wilayah Nugini Belanda di Pulau Papua

Peta ilustrasi sejarah wilayah Nugini Belanda di Pulau Papua

Profil Nugini Belanda mencatat wilayah barat Pulau Papua sebagai bagian dari Hindia Belanda hingga tahun 1949, sebelum berstatus wilayah seberang laut Kerajaan Belanda hingga 1962. Daerah ini mencakup enam provinsi di ujung timur Indonesia meliputi Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, pemerintah menuntut seluruh wilayah dari Sumatra hingga Nugini Barat berada di bawah kedaulatan Nusantara. Namun, Belanda berupaya mempertahankan wilayah tersebut melalui perundingan politik serta argumen bahwa penduduk asli Nugini Belanda mewakili kelompok etnis tersendiri.

Sengketa teritorial ini memicu ketegangan bilateral yang berujung pada konflik militer terbatas pada tahun 1962 menyusul kampanye infiltrasi militer Indonesia. Tekanan diplomatik internasional dari Amerika Serikat akhirnya mendorong Belanda menyerahkan kendali wilayah kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelum resmi bergabung dengan Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah, pengelolaan sementara oleh PBB dilanjutkan dengan Penentuan Pendapat Rakyat pada tahun 1969 untuk mengesahkan integrasi wilayah tersebut. Hingga kini, bekas wilayah kolonial ini menjadi bagian penting dari teritorial kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Topics
nugini belanda sejarah papua indonesia belanda pepera politik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.