Pakuan Pajajaran, atau yang kerap dikenal sebagai Pajajaran, merupakan pusat pemerintahan atau ibu kota Kerajaan Sunda yang berdiri pada rentang tahun 932 sampai 1579 Masehi di Tatar Pasundan, wilayah barat Pulau Jawa. Tradisi masyarakat Asia Tenggara pada masa silam sering kali menyematkan nama ibu kota sebagai nama kerajaan itu sendiri, sehingga Kerajaan Sunda lebih populer disebut sebagai Kerajaan Pajajaran.
Berdasarkan kajian para sejarawan, letak geografis Pakuan Pajajaran berada di kawasan selatan Kota Bogor, Jawa Barat. Lokasi tersebut mencapai masa keemasannya di bawah kepemimpinan Raja Jayadewata atau yang bergelar Sri Baduga Maharaja yang berkuasa antara tahun 1482 sampai 1521 Masehi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeCatatan historis mengenai kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat di ibu kota ini terekam jelas dalam naskah kuno Bujangga Manik dari abad ke-15 hingga awal abad ke-16. Naskah tersebut memuat rincian nama tempat, kebudayaan, serta kebiasaan hidup masyarakat Sunda kuno secara mendalam.
Asal-usul penamaan Pakuan Pajajaran sendiri memunculkan berbagai interpretasi dari para ahli sejarah. Sejumlah sejarawan menyebut bahwa kata pakuan merujuk pada konsep ibu kota atau keraton tempat tinggal raja, sementara nama pajajaran diambil dari kondisi topografi wilayah yang diapit oleh dua aliran sungai besar yang mengalir secara sejajar.
Penelitian dan Bukti Sejarah Pakuan Pajajaran
Ekspedisi dan penelitian terhadap situs sejarah ini mulai gencar dilakukan sejak masa pemerintahan kolonial Belanda melalui catatan perjalanan pasukan VOC. Catatan dari ekspedisi yang dipimpin oleh Scipio hingga Kapiten Adolf Winkler pada abad ke-17 memberikan gambaran nyata mengenai sisa-sisa kejayaan istana tersebut.
Salah satu bukti arkeologis terpenting yang berhasil ditemukan dan masih menyisakan jejak sejarah Kerajaan Pajajaran adalah Situs Batutulis di Bogor. Situs ini diyakini sebagai tempat pelantikan serta penghormatan raja-raja Sunda pada masa lalu.
Letak keraton di kawasan Pakuan diidentifikasi berada di dekat hulu Sungai Ci Pakancilan. Berdasarkan naskah kuno Carita Parahiyangan, kompleks istana tersebut terdiri dari beberapa bangunan keraton megah yang mencerminkan arsitektur klasik kerajaan.
Hingga saat ini, warisan sejarah Pakuan Pajajaran terus menjadi objek kajian penting bagi para sejarawan dan arkeolog untuk mengungkap peradaban masa lalu di Tatar Pasundan secara utuh.