Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Pemilihan Umum Presiden...
BERITA

Profil Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2014, Sejarah Pilpres Langsung

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Suasana pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2014

Suasana pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2014

Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2014 atau Pilpres 2014 diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2014 untuk memilih pemimpin baru periode 2014 hingga 2019. Pesta demokrasi ini mencatatkan sejarah sebagai pemilihan presiden langsung ketiga di Indonesia setelah era reformasi berjalan. Presiden petahana Susilo Bambang Yudhoyono tidak dapat kembali maju karena terhalang aturan konstitusi yang membatasi masa jabatan maksimal dua periode.

Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia pada 22 Juli 2014, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla keluar sebagai pemenang. Mereka meraup suara sebesar 53,15 persen dan berhasil mengungguli pasangan rival kuat mereka, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, yang memperoleh 46,85 persen suara sah.

Peta kekuatan politik pada masa itu terbagi melalui koalisi partai pengusung yang cukup dinamis. Kubu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa didukung oleh koalisi besar partai politik yang kemudian dinamakan Koalisi Merah Putih. Sementara itu, kubu Joko Widodo dan Jusuf Kalla diusung oleh gabungan partai politik yang dipimpin oleh PDI-Perjuangan bersama mitra koalisinya.

Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih dilaksanakan secara resmi pada tanggal 20 Oktober 2014 untuk menggantikan pemerintahan sebelumnya di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Penyelenggaraan pemilu tersebut berjalan di tengah dinamika hukum dan gugatan uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden yang bergulir di Mahkamah Konstitusi.

Dinamika Koalisi Partai Politik dan Peserta Pilpres 2014

Joko widodo

Kompetisi pemilihan presiden tahun 2014 diramaikan oleh dua poros utama pasangan calon yang lahir dari proses negosiasi politik yang panjang antarpartai. Partai Gerindra mengusung ketua umumnya sebagai calon presiden dengan menggandeng Hatta Rajasa dari PAN sebagai pendamping. Pasangan ini dideklarasikan pada bulan Mei 2014 dengan dukungan mayoritas dari partai-partai parlemen.

Di sisi lain, PDI-Perjuangan resmi mencalonkan Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sekaligus mantan Wali Kota Surakarta. Kehadiran Joko Widodo pada panggung nasional didampingi oleh figur senior Jusuf Kalla yang diusung untuk memperkuat basis dukungan lintas wilayah dan kalangan.

Sebelum pendaftaran resmi ditutup, dinamika internal partai politik juga diwarnai berbagai konvensi dan penjaringan tokoh potensial. Partai Demokrat sempat menggelar konvensi calon presiden untuk menjaring kader terbaik, meski akhirnya memutuskan bersikap netral sebelum pada akhirnya memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta.

Proses pencalonan pada tahun tersebut turut diwarnai perdebatan mengenai aturan ambang batas perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Sejumlah pihak sempat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi demi membuka ruang partisipasi politik yang lebih luas bagi kontestan pemilu di masa mendatang.

Topics
pemilu 2014 pilpres 2014 joko widodo prabowo subianto sejarah indonesia politik kpu pemilihan presiden
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.