Accenture plc merupakan perusahaan konsultan teknologi dan manajemen global yang berkantor pusat di Dublin, Irlandia. Perusahaan yang beroperasi di lebih dari 120 negara ini awalnya bermula dari divisi konsultasi bisnis dan teknologi kantor akuntan Arthur Andersen pada awal dekade 1950-an.
Perjalanan panjang perusahaan mengalami babak baru pada tahun 1989 ketika terjadi perpisahan unit yang berujung pada gugatan arbitrase senilai 1,2 miliar dolar AS. Berdasarkan penyelesaian sengketa tersebut, entitas yang kemudian dikenal sebagai Andersen Consulting melepaskan seluruh ikatan kontraktualnya dengan Arthur Andersen pada tahun 2000.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTepat pada tanggal 1 Januari 2001, Andersen Consulting resmi mengadopsi nama baru menjadi Accenture yang diambil dari frasa accent on the future. Nama tersebut diusulkan oleh Kim Petersen, seorang pegawai asal Denmark dari kantor cabang perusahaan di Oslo, Norwegia.
Setelah lepas dari Arthur Andersen, perusahaan melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek New York pada 19 Juli 2001 dengan harga penawaran awal sebesar 14,50 dolar AS per lembar saham. Langkah strategis terus berlanjut hingga dewan direksi menyetujui pemindahan tempat pendirian badan hukum ke Irlandia pada tahun 2009.
Layanan Strategis dan Kontroversi Perusahaan Accenture
Dalam perjalanannya hingga kini, perusahaan terus memperluas lini bisnis melalui berbagai akuisisi strategis di sektor kecerdasan buatan maupun intelijen jaringan. Dengan ratusan ribu tenaga kerja di seluruh dunia, perusahaan ini menempati posisi penting dalam daftar perusahaan global bergengsi.
Selain menyediakan layanan konsultasi manajemen dan teknologi informasi kelas dunia, portofolio operasional perusahaan mencakup kemitraan strategis dengan berbagai lembaga riset terkemuka. Kendati demikian, perjalanan bisnis raksasa teknologi ini juga tidak lepas dari sejumlah catatan kontroversi publik.
Beberapa proyek besar yang dikerjakan perusahaan sempat menghadapi sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk keterlibatan dalam proyek layanan kesehatan di Inggris serta beberapa kontrak publik di Amerika Serikat. Kritik publik kerap diarahkan pada aspek efektivitas pelaksanaan proyek serta struktur perpindahan domisili korporasi di masa lalu.
Di samping isu penataan pajak dan kontrak instansi pemerintahan, perusahaan juga menghadapi tantangan terkait standar kondisi kerja bagi para moderator konten digital yang dipekerjakan melalui mitra layanan mereka. Manajemen secara berkala memberikan tanggapan serta komitmen dalam menjaga standar perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja.