Provinsi Bengkulu adalah sebuah wilayah yang berada di pesisir barat Pulau Sumatera, Indonesia, dengan ibu kota di Kota Bengkulu. Pada pertengahan tahun 2025, jumlah penduduk provinsi Bengkulu tercatat sebanyak 2.140.476 jiwa dengan tingkat kepadatan mencapai 110 jiwa per kilometer persegi.
Secara geografis, wilayah ini terletak di bagian barat daya Pulau Sumatera serta berhadapan langsung dengan garis pantai Samudera Hindia di sisi barat. Dengan luas wilayah hanya 19.919,33 kilometer persegi, daerah ini menjadi provinsi terkecil di daratan Pulau Sumatera dan urutan kesepuluh secara nasional.
Batas-batas wilayah administrasi daerah ini meliputi Provinsi Sumatera Barat di sebelah utara, serta Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan di sebelah timur. Sementara itu, wilayah bagian selatan berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung dan bagian barat berbatasan dengan Samudera Hindia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerkembangan administratif daerah ini mencakup 9 kabupaten dan 1 kota yang terbagi ke dalam 129 kecamatan, 172 kelurahan, serta 1.341 desa. Berbagai fasilitas publik dan infrastruktur terus dikembangkan guna mendukung aktivitas sosial ekonomi masyarakat setempat.
Sejarah Singkat dan Keberagaman Demografi Bengkulu
Dalam catatan sejarah, wilayah ini pernah menjadi pusat perdagangan lada yang dikelola oleh British East India Company sejak tahun 1685 di bawah kepemimpinan Ralph Ord dan William Cowley. Perjanjian London pada tahun 1824 kemudian menyerahkan kekuasaan wilayah tersebut kepada pihak Belanda.
Pada era kolonial tahun 1930-an, daerah ini sempat menjadi tempat pembuangan sejumlah aktivis kemerdekaan termasuk Sukarno yang kemudian berkenalan dengan Fatmawati. Setelah kemerdekaan Indonesia, wilayah ini resmi menjadi provinsi ke-26 pada tanggal 18 November 1968.
Komposisi penduduk daerah ini sangat heterogen yang terdiri dari berbagai suku bangsa asli seperti Rejang, Serawai, Mukomuko, Enggano, Kaur, Lembak, Pekal, hingga Melayu Bengkulu. Selain itu, terdapat pula suku pendatang dengan Suku Jawa sebagai populasi tunggal terbesar mencapai 22,64 persen berdasarkan data sensus.
Sektor kebudayaan masyarakat setempat diwarnai oleh tradisi khas seperti batik besurek dan upacara tabut yang menjadi bagian penting dari warisan budaya nasional. Berbagai peninggalan sejarah seperti Benteng Marlborough juga masih berdiri kokoh dan menjadi daya tarik wisata di wilayah tersebut.