Samourai Wallet merupakan layanan dompet Bitcoin yang berfokus pada privasi dengan memanfaatkan fitur pencampuran transaksi atau coinjoin guna menyembunyikan jejak finansial penggunanya. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, aplikasi sumber terbuka yang dirilis pada tahun 2015 ini sempat beroperasi sebelum akhirnya dihentikan pada tahun 2024 akibat tekanan regulasi yang ketat.
Sejak awal kemunculannya, dompet digital ini memicu perdebatan panjang di kalangan komunitas mata uang kripto global. Para pendukung privasi memuji teknologi tersebut sebagai instrumen penting untuk kedaulatan pengguna, sementara pihak penegak hukum memandangnya sebagai celah memfasilitasi tindak pidana pencucian uang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan resmi yang dirilis otoritas penegak hukum Amerika Serikat pada April 2024, para pendiri platform ini yakni Keonne Rodriguez dan William Lonergan Hill secara resmi didakwa memfasilitasi transaksi terlarang senilai ratusan juta dolar Amerika Serikat. Dari analisis Kabayan News, kasus ini menjadi salah satu tonggak hukum paling kontroversial yang menguji batas legalitas perangkat privasi dalam ekosistem keuangan digital.
Persidangan panjang tersebut akhirnya mencapai babak akhir setelah kedua pendiri menyatakan bersalah pada pertengahan tahun 2025. Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis hukuman penjara serta denda finansial yang signifikan kepada para petinggi platform tersebut, sekaligus mengakhiri riwayat operasional layanan dompet privasi kontroversial itu.