Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Samourai Wallet, Aplikasi...
BERITA

Profil Samourai Wallet, Aplikasi Dompet Kripto yang Berujung Hukum

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Ilustrasi layar aplikasi dompet kripto dan keamanan digital Samourai Wallet

Ilustrasi layar aplikasi dompet kripto dan keamanan digital Samourai Wallet

Samourai Wallet merupakan layanan dompet Bitcoin yang berfokus pada privasi dengan memanfaatkan fitur pencampuran transaksi atau coinjoin guna menyembunyikan jejak finansial penggunanya. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, aplikasi sumber terbuka yang dirilis pada tahun 2015 ini sempat beroperasi sebelum akhirnya dihentikan pada tahun 2024 akibat tekanan regulasi yang ketat.

Sejak awal kemunculannya, dompet digital ini memicu perdebatan panjang di kalangan komunitas mata uang kripto global. Para pendukung privasi memuji teknologi tersebut sebagai instrumen penting untuk kedaulatan pengguna, sementara pihak penegak hukum memandangnya sebagai celah memfasilitasi tindak pidana pencucian uang.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis otoritas penegak hukum Amerika Serikat pada April 2024, para pendiri platform ini yakni Keonne Rodriguez dan William Lonergan Hill secara resmi didakwa memfasilitasi transaksi terlarang senilai ratusan juta dolar Amerika Serikat. Dari analisis Kabayan News, kasus ini menjadi salah satu tonggak hukum paling kontroversial yang menguji batas legalitas perangkat privasi dalam ekosistem keuangan digital.

Persidangan panjang tersebut akhirnya mencapai babak akhir setelah kedua pendiri menyatakan bersalah pada pertengahan tahun 2025. Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis hukuman penjara serta denda finansial yang signifikan kepada para petinggi platform tersebut, sekaligus mengakhiri riwayat operasional layanan dompet privasi kontroversial itu.

Topics
samourai wallet kripto bitcoin hukum amerika serikat privasi keuangan
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.