Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil STOVIA, Sekolah Kedokteran...
BERITA

Profil STOVIA, Sekolah Kedokteran Bumiputra Pencetus Kebangkitan

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Gedung Museum Kebangkitan Nasional yang dahulu merupakan bangunan STOVIA di Jakarta

Gedung Museum Kebangkitan Nasional yang dahulu merupakan bangunan STOVIA di Jakarta

School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau STOVIA adalah sekolah kedokteran bumiputra di Batavia yang kini menjadi wilayah Jakarta. Institusi bersejarah ini resmi dibuka pada Maret 1902 di kompleks gedung yang sekarang difungsikan sebagai Museum Kebangkitan Nasional di kawasan Weltevreden.

Latar belakang pendirian sekolah ini bermula dari kekhawatiran pemerintah kolonial terhadap minimnya tenaga kesehatan dalam mengatasi wabah penyakit berbahaya di wilayah jajahan. Pemerintah kolonial akhirnya mengeluarkan kebijakan kursus juru kesehatan pada Januari 1849 yang berlokasi di rumah sakit militer kawasan Weltevreden.

Seiring berjalannya waktu, fasilitas pendidikan tersebut ditingkatkan statusnya menjadi Sekolah Dokter Djawa pada tahun 1853 dengan masa pendidikan tiga tahun. Transformasi kurikulum terus dilakukan hingga berganti nama menjadi Sekolah Dokter Pribumi pada tahun 1898 guna merespons kebutuhan tenaga medis.

Kebijakan politik etis pada akhir abad ke-19 membuka kesempatan luas bagi kaum bumiputra untuk menempuh pendidikan kedokteran setara standar Eropa. Usulan pembentukan sekolah tersebut dipelopori oleh Hermanus Frederik Roll selaku direktur saat itu demi menekan biaya mendatangkan dokter asal Eropa.

Transformasi Menjadi Fakultas Kedokteran UI dan Warisan Sejarah

Guna menarik minat masyarakat bumiputra, pihak pengelola tidak memungut biaya serta memberikan fasilitas lengkap berupa seragam, peralatan kuliah, hingga beasiswa rutin. Kebijakan tersebut membuat institusi ini populer di kalangan rakyat jelata dengan julukan sekolah orang miskin.

Peran institusi ini melampaui dunia medis karena para alumninya menjadi motor penggerak utama lahirnya kesadaran nasional. Tokoh penting seperti dr. Wahidin Soedirohoesodo dan dr. Soetomo mendirikan organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 sebagai buah pemikiran dari para pelajar sekolah tersebut.

Nama STOVIA terus dipertahankan hingga pertengahan tahun 1927 sebelum resmi bertransformasi menjadi pendidikan tinggi kedokteran bernama Geneeskundige Hoogeschool. Perubahan nama sempat terjadi kembali menyesuaikan situasi politik masa pendudukan Jepang hingga awal masa kemerdekaan Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia kemudian menetapkan status resmi institusi tersebut menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sejak Februari 1950. Warisan sejarah panjang ini tetap hidup dan menjadi fondasi utama perkembangan dunia pendidikan kedokteran modern di tanah air.

Topics
stovia profil sejarah kedokteran ui budi utomo museum kebangkitan nasional batavia sejarah indonesia pendidikan kedokteran
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.