Johan Maurits Mohr lahir pada 18 Agustus 1716 di Eppingen, Jerman, sebelum akhirnya memutuskan menetap di Batavia, Hindia Belanda. Ia dikenal luas sebagai seorang pastor, astronom, serta meteorolog terkemuka yang mencatatkan namanya dalam sejarah ilmu pengetahuan nusantara.
Perjalanan hidupnya di Batavia bermula ketika ia berlayar menggunakan kapal milik VOC pada tahun 1737 dan tiba di pelabuhan tujuan pada bulan Oktober. Sebelum mendalami dunia sains, ia mengabdikan diri sebagai rohaniawan dan menerjemahkan teks suci.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKontribusi terbesar Mohr dalam dunia astronomi tercatat melalui laporan pengamatannya terhadap fenomena transit Venus pada tahun 1761 dan 1769. Pengamatan tersebut menjadi momen penting untuk membantu menentukan jarak rata-rata dari Bumi menuju Matahari.
Untuk mendukung aktivitas ilmiahnya, ia mendirikan sebuah observatorium pribadi di kawasan Molenvliet yang kini wilayah Glodok, Jakarta Barat. Fasilitas penelitian tersebut tercatat sebagai bangunan observatorium pertama yang pernah berdiri di Indonesia.
Kehidupan Pribadi dan Akhir Hayat Sang Astronom
Dalam kehidupan pribadinya, Mohr menikah dengan Johanna Cornelia van der Sluys pada tahun 1739 sebelum sang istri wafat pada tahun 1750. Ia kemudian menikah kembali dengan Anna Elisabeth van "t Hoff pada tahun 1752 dan dikaruniai seorang anak perempuan.
Menjelang awal tahun 1775, kondisi kesehatan Mohr mulai mengalami penurunan drastis hingga membuatnya tidak lagi mampu melanjutkan berbagai kegiatan penelitian ilmiah. Ia akhirnya tutup usia pada 27 Oktober 1775 di Batavia.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasinya di bidang astronomi, nama Johan Maurits Mohr diabadikan sebagai nama planet minor 5494 Johanmohr. Benda angkasa tersebut ditemukan pertama kali oleh astronom Karl Wilhelm Reinmuth.
Warisan pemikiran serta rekam jejak penelitian ilmiah yang ditinggalkannya menjadikan sosok Mohr sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di era kolonial.