Raouf Farrah selaku analis utama Afrika di SecDev Group dan ko-editor buku Rising for Palestine menyerukan pentingnya memperkuat kembali solidaritas antara benua Afrika dan Palestina di tengah berbagai tantangan politik global.
Dalam sebuah wawancara khusus, ia mengupas tuntas isi buku terbarunya yang menyoroti urgensi dukungan nyata bagi perjuangan rakyat Palestina dari negara-negara berkembang, khususnya di kawasan Afrika Utara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain membahas karya tulis terbarunya, ia juga merefleksikan pengalaman dalam mengorganisasi The Sumud Convoy pada tahun 2025 lalu sebagai bentuk aksi solidaritas nyata menembus blokade di Gaza.
Berbagai hambatan politik yang dihadapi oleh konvoi kemanusiaan tersebut turut diulas untuk memperlihatkan bagaimana dinamika respons regional terhadap krisis yang melanda Palestina saat ini.
Tantangan politik dan konvoi kemanusiaan Sumud
Pelaksanaan The Sumud Convoy menghadapi berbagai rintangan birokrasi dan politik yang cukup kompleks dari otoritas regional sebelum akhirnya berhasil mencuri perhatian dunia internasional terhadap krisis di Gaza.
Sebagai salah satu tokoh kunci di balik inisiatif kemanusiaan tersebut, Raouf Farrah menilai bahwa hambatan-hambatan yang muncul mencerminkan posisi politik negara-negara kawasan dalam merespons isu Palestina.
Melalui SecDev Group, ia terus mengamati perpotongan antara isu kemanusiaan, analisis risiko, serta respons masyarakat global terhadap konflik berkepanjangan yang terjadi di Timur Tengah.
Buku Rising for Palestine diharapkan mampu menjadi referensi penting bagi para aktivis dan pengamat politik dalam memahami bentuk-bentuk solidaritas baru di era modern.