Kementerian Kesehatan Gaza melayangkan peringatan keras bahwa sistem kesehatan di wilayah kantong tersebut kini berada di ambang keruntuhan total. Situasi darurat ini terjadi menyusul tindakan militer Israel yang menghancurkan gudang penyimpanan obat dan perlengkapan medis penting di kompleks Al-Aqsa Martyrs Hospital, Deir al-Balah.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir Al-Bursh, mengungkapkan bahwa serangan tersebut menyasar fasilitas penyimpanan di belakang gedung rawat jalan rumah sakit tersebut. Menurutnya, tindakan militer kini telah memperluas sasaran hingga menghancurkan suplai obat-obatan krusial bagi para pasien cuci darah dan penyakit lainnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAl-Bursh menjelaskan bahwa kehancuran gudang ini memperparah krisis yang sudah terjadi sebelumnya. Sektor kesehatan Gaza saat ini tercatat mengalami kekurangan obat-obatan esensial sebesar 51 persen serta kekurangan bahan habis pakai medis mencapai 59 persen di tengah blokade yang terus berlangsung.
Serangan terhadap gudang farmasi ini dinilai sebagai pukulan telak yang memutus sisa-sisa harapan hidup terakhir bagi ribuan pasien di Gaza. Otoritas kesehatan setempat mendesak perlindungan internasional segera terhadap seluruh fasilitas medis serta suplai logistik kemanusiaan di wilayah konflik.
Krisis Kemanusiaan Kian Parah
Al-Aqsa Martyrs Hospital sendiri merupakan salah satu dari sedikit rumah sakit pemerintah yang masih beroperasi di Gaza. Infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut sebagian besar telah mengalami kerusakan parah akibat rangkaian agresi militer yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Selain kehancuran fasilitas fisik, pembatasan ketat yang diberlakukan terhadap jalur perbatasan turut menghambat masuknya pasokan bantuan kemanusiaan dan obat-obatan. Kondisi ini membuat ribuan korban luka dan pasien penyakit kronis kehilangan akses dasar terhadap perawatan medis yang layak.
Pihak berwenang di Gaza mencatat angka korban tewas akibat konflik terus bertambah secara signifikan seiring hancurnya sebagian besar infrastruktur sipil. Organisasi internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa berulang kali menyerukan kepatuhan terhadap hukum humaniter demi keselamatan warga sipil.
Hingga kini, krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk tanpa adanya solusi konkret dalam pemulihan layanan kesehatan dasar. Para tenaga medis di lapangan tetap berjuang merawat pasien di tengah keterbatasan alat dan ancaman keselamatan yang konstan.