Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Sejarah Reading Capital Buku...
BERITA

Sejarah Reading Capital Buku Filosofis Marxis Karya Louis Althusser

By Redaksi Kabayan News 3 min read 20 Agustus 2026
Reading Capital karya Louis Althusser menjadi teks kunci dalam Marxisme struktural dan filsafat modern

Reading Capital karya Louis Althusser menjadi teks kunci dalam Marxisme struktural dan filsafat modern

Reading Capital atau dalam judul aslinya Lire le Capital merupakan sebuah karya monumental berupa buku filsafat yang menganalisis karya klasik Karl Marx, Capital. Buku ini ditulis bersama oleh filsuf Prancis Louis Althusser serta beberapa mahasiswanya, yaitu Étienne Balibar, Jacques Rancière, Pierre Macherey, dan Roger Establet. Pertama kali diterbitkan di Prancis pada tahun 1965 oleh penerbit François Maspero, karya ini langsung memicu perdebatan intelektual yang luas.

Buku ini lahir dari seminar yang diselenggarakan di École normale supérieure di Paris pada tahun akademik 1964-1965. Proyek ini digagas sebagai upaya pembacaan filosofis yang mendalam terhadap Capital, menyambung gagasan Althusser yang sebelumnya tertuang dalam kumpulan esai For Marx. Hasilnya adalah sebuah karya kolektif di mana setiap kontributor mengeksplorasi jalur pemikiran yang saling melengkapi.

Kemunculan karya ini berada dalam konteks politik dan intelektual yang spesifik menyusul proses de-Stalinisasi. Althusser berupaya mengambil jalan tengah dalam perang dua front melawan dogmatisme dialektika materialisme serta arus humanisme dan historisisme yang terinspirasi oleh pemikir seperti Jean-Paul Sartre dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel.

Dampak penerbitan buku ini sangat signifikan dalam sejarah filsafat Marxis dan teori kritis abad ke-20. Meskipun sempat menuai kritik tajam karena dinilai memisahkan teori dari praktik politik, konsep-konsep inovatif di dalamnya terus menjadi rujukan penting dalam studi budaya dan sosiologi modern.

Latar Belakang dan Awal Mula

Gagasan penulisan Reading Capital bermula dari diskusi-diskusi akademik di Paris di bawah pimpinan Louis Althusser. Para kontributor muda saat itu berambisi membersihkan teori Marxis dari berbagai interpretasi humanistik dan empiris yang mendominasi kalangan partai komunis saat itu.

Proses penyusunan esai-esai tersebut dikerjakan secara mandiri oleh para penulis sebelum akhirnya dihimpun dalam dua volume penerbitan pada November 1965. Edisi awal ini dirancang untuk menentang apa yang dilihat Althusser sebagai oportunisme teoretis dan politis di dalam lingkungan intelektual Prancis.

Dalam perkembangannya, sejarah publikasi buku ini mengalami dinamika yang cukup rumit akibat kemunculan edisi ringkas pada tahun 1968. Edisi abridged yang hanya menyertakan tulisan Althusser dan Balibar justru menjadi basis terjemahan internasional selama beberapa dekade dan membentuk persepsi global terhadap karya tersebut.

Meskipun edisi lengkap baru diterbitkan kembali dalam bahasa Inggris pada tahun 2016, fondasi pemikiran yang diletakkan dalam proyek awal ini tetap mencerminkan upaya radikal untuk memahami teks-teks Marx secara ketat dan ilmiah.

Dampak dan Pengaruh

Inovasi konseptual paling terkenal dari buku ini adalah metode pembacaan simtomatik atau lecture symptomale. Metode ini mengajarkan cara membaca teks bukan sekadar menangkap makna tersurat, melainkan mengungkap ketegangan struktural, keheningan, serta masalah teoretis yang belum terumuskan secara sadar dalam teks tersebut.

Selain itu, buku ini memperkenalkan penolakan terhadap humanisme ekonomi dan historisisme dogmatis dengan menegaskan bahwa karya matang Marx merupakan sebuah pemutusan epistemologis dari tulisan-tulisan awalnya yang bersifat ideologis.

Pengaruh dari konsep-konsep strukturalis ini merambah ke berbagai bidang disiplin ilmu lain, termasuk antropologi Marxis, analisis feminis terhadap kerja domestik, serta kajian sastra dan budaya independen. Karya ini membuka ruang bagi otonomi relatif praktik-praktik sosial di luar determinisme ekonomi murni.

Meskipun dikritik karena dianggap mengabaikan realitas perjuangan kelas secara langsung, redisCOVERY terhadap Lire le Capital dalam beberapa dekade terakhir membuktikan relevansinya yang terus hidup bagi pembaruan filsafat kritis di abad kedua puluh satu.

Topics
reading capital louis althusser karl marx marxisme filsafat politik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.