Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Sejarah Revolusi Saur Kudeta...
BERITA

Sejarah Revolusi Saur Kudeta Berdarah di Afghanistan

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Ilustrasi dan arsip sejarah peristiwa Revolusi Saur di Kabul, Afghanistan

Ilustrasi dan arsip sejarah peristiwa Revolusi Saur di Kabul, Afghanistan

Sejarah Revolusi Saur Kudeta Berdarah di Afghanistan

Revolusi Saur, yang juga dikenal sebagai Revolusi April atau Kudeta April, adalah kudeta militer dan pemberontakan bersenjata yang dilancarkan pada 27 dan 28 April 1978 oleh Partai Demokratik Rakyat Afghanistan (PDPA). Peristiwa bersejarah ini berhasil menggulingkan Presiden Afghanistan Mohammad Daoud Khan, yang sebelumnya telah berkuasa melalui kudeta tahun 1973 dan mendirikan sistem satu partai yang autokratik. Presiden Daoud beserta sebagian besar keluarganya tewas dieksekusi di istana kepresidenan Arg di ibu kota Kabul oleh para perwira militer faksi Khalq.

Keberhasilan pemberontakan PDPA ini berujung pada pembentukan pemerintahan sosialis Afghanistan yang menjalin hubungan erat dengan Uni Soviet, dengan Nur Muhammad Taraki menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Revolusioner PDPA. Nama "Saur" sendiri diambil dari bahasa Dari yang merujuk pada bulan kedua dalam kalender Hijriah Syamsi, yaitu waktu ketika peristiwa penting tersebut berlangsung. Pergolakan ini melibatkan pertempuran sengit di seluruh wilayah Afghanistan dan merenggut ribuan nyawa dari kalangan militer maupun sipil.

Sebelum meletusnya revolusi, ketegangan politik telah lama membara di bawah pemerintahan sekuler Daoud akibat faksionalisme internal di tubuh PDPA serta pembunuhan misterius salah satu tokoh Parcham, Mir Akbar Khyber. Demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Kabul pasca pembunuhan tersebut direspons oleh pemerintah dengan penangkapan para pemimpin PDPA, yang kemudian dimanfaatkan oleh Hafizullah Amin untuk menggerakkan pemberontakan dari dalam jajaran militer. Para perwira simpatisan partai segera mengerahkan pasukan tank dan pesawat tempur untuk mengepung serta menyerang pusat kekuasaan.

Dampak dari Revolusi Saur menandai berakhirnya kekuasaan dinasti politik di Afghanistan dan menjadi titik awal dari rangkaian konflik berkepanjangan yang melanda negara tersebut selama beberapa dekade berikutnya. Peristiwa ini mengubah peta geopolitik di kawasan Asia Tengah secara drastis serta menarik perhatian kekuatan-kekuatan besar dunia. Hingga kini, Revolusi Saur tetap dikenang sebagai salah satu tonggak paling krusial dan traumatik dalam sejarah modern Afghanistan.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Akar sejarah Revolusi Saur bermula dari dinamika politik internal Afghanistan setelah Mohammad Daoud Khan merebut kekuasaan pada tahun 1973 dengan menggulingkan monarki sepupunya sendiri, Raja Mohammad Zahir Shah. Di bawah Republik Pertama Afghanistan yang dipimpinnya, Daoud berupaya menjalankan kebijakan luar negeri yang non-blok namun perlahan mulai merasa tidak nyaman dengan dominasi pengaruh Uni Soviet. Ketegangan bilateral ini memicu keretakan hubungan diplomatik seiring dengan ambisi politik domestik yang semakin tidak stabil.

Di sisi lain, Partai Demokratik Rakyat Afghanistan (PDPA) yang awalnya mendukung Daoud mulai terpecah ke dalam dua faksi utama, yakni faksi Parcham dan faksi Khalq. Faksi Khalq terbukti sangat efektif dalam merekrut pendukung di dalam tubuh angkatan bersenjata akibat kekecewaan para perwira terhadap sistem penempatan jabatan militer berbasis nepotisme. Situasi semakin memanas ketika tokoh penting Parcham, Mir Akbar Khyber, tewas dibunuh pada April 1978 yang langsung menyulut kemarahan luas di kalangan intelektual Kabul.

Momen penangkapan para pemimpin PDPA oleh rezim pemerintah pasca demonstrasi besar-besaran menjadi titik balik yang memaksa kelompok oposisi untuk segera mengambil tindakan cepat. Hafizullah Amin, yang berada dalam status tahanan rumah, secara nekat memberikan instruksi kepada para perwira militer simpatisan partai di angkatan darat untuk memulai pemberontakan. Perencanaan yang telah dirancang secara diam-diam selama bertahun-tahun tersebut akhirnya dieksekusi lebih awal dari perkiraan untuk menghindari penumpasan total oleh aparat keamanan negara.

Fondasi pergerakan yang dipegang oleh para perwira militer pemberontak adalah keyakinan ideologis marxisme serta kebencian mendalam terhadap sistem otokrasi rezim yang sedang berkuasa. Prinsip solidaritas kepartaian dan infiltrasi terstruktur di dalam institusi pertahanan negara menjadi pegangan utama para kader PDPA untuk merebut kendali penuh atas jalannya pemerintahan.

Karier Politik dan Pembangunan Nasional

Kontribusi utama dari meletusnya Revolusi Saur adalah runtuhnya tatanan politik lama yang dianggap feodal dan bergesernya kendali negara ke tangan faksi politik sayap kiri yang berhaluan sosialis. Pemerintah baru di bawah kepemimpinan PDPA segera mendeklarasikan era baru bagi rakyat Afghanistan melalui berbagai program reformasi radikal di bidang pertanahan, sosial, dan pendidikan. Perubahan haluan negara ini secara langsung mengintegrasikan Afghanistan ke dalam orbit pengaruh blok timur yang dipimpin oleh Uni Soviet.

Pengaruh perubahan rezim ini sangat dirasakan oleh seluruh struktur masyarakat Afghanistan, yang kemudian memicu polarisasi tajam serta perlawanan bersenjata dari kelompok-kelompok Islamis dan tradisionalis di berbagai daerah. Kebijakan-kebijakan sekuler yang dipaksakan tanpa memperhitungkan sensitivitas budaya lokal justru mendatangkan instabilitas keamanan yang masif di tingkat nasional. Akibatnya, eskalasi konflik horizontal dan vertikal tidak dapat dihindari lagi di berbagai provinsi.

Pencapaian penting dari peristiwa kudeta ini adalah keberhasilan total militer pemberontak dalam melumpuhkan seluruh pusat pertahanan ibu kota serta mengeksekusi para petinggi militer dan sipil loyalis rezim lama. Meskipun demikian, keberhasilan militer tersebut harus dibayar mahal dengan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar serta hancurnya stabilitas politik jangka panjang. Pengakuan internasional terhadap rezim baru pun diwarnai oleh keraguan dan kekhawatiran dari negara-negara barat serta regional.

Pengaruh peristiwa bersejarah ini terhadap generasi mendatang adalah pelajaran pahit mengenai kehancuran suatu bangsa akibat perebutan kekuasaan yang penuh dengan pertumpahan darah dan intervensi ideologi ekstrem. Revolusi Saur menjadi salah satu studi kasus paling kelam dalam sejarah hubungan internasional mengenai bagaimana sebuah kudeta internal dapat membuka pintu bagi krisis kemanusiaan dan perang saudara yang berlangsung selama puluhan tahun.

__QUOTE__ "For the first time in the history of Afghanistan, the last remnants of monarchy, tyranny, despotism and power of the dynasty of the tyrant Nader Khan has ended and all powers of the state are in the hands of the people of Afghanistan."

Topics
saur revolution sejarah politik afghanistan kudeta pdpa
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.