Film anime Asura (2012) mengangkat kisah kelam tentang seorang anak yang terpaksa menjadi kanibal untuk bertahan hidup di tengah bencana kelaparan hebat yang melanda Jepang pada abad ke-15. Karya sutradara Keiichi Sato ini diadaptasi dari manga berjudul sama karya George Akiyama.
Asura berhasil meraih Audience Award untuk kategori Best Animated Feature di ajang Fantasia International Film Festival ke-16 yang berlangsung di Montreal. Film ini juga menjadi perhatian karena mengusung tema gelap dengan latar belakang sejarah kelam Jepang saat lebih dari 80.000 orang meninggal antara tahun 1459 hingga 1461.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeProduksi film ini menggunakan teknik animasi Hybrid yang dikembangkan oleh Toei Animation, memadukan animasi CGI untuk karakter dengan latar belakang lukisan tradisional. Sutradara Keiichi Sato terinspirasi untuk menyampaikan pesan tentang keindahan hidup setelah bencana alam melanda Jepang pada 2011.
Cerita berpusat pada seorang anak laki-laki yang dibuang oleh ibunya yang kelaparan dan miskin, lalu tumbuh menjadi makhluk seperti binatang buas yang bertahan hidup dengan memakan daging manusia. Ia kemudian diberi nama Asura oleh seorang biksu Buddha yang ditemuinya di tengah hutan.
Kisah Asura, Anak yang Bertahan Hidup di Tengah Bencana Kelaparan
Perjalanan Asura menemukan sisi kemanusiaannya saat bertemu dengan Wakasa, seorang gadis desa yang merawat dan mengajarinya berbicara. Namun, konflik dan tragedi terus menghantui Asura hingga ia harus menghadapi kenyataan pahit tentang hidup dan kematian di masa kelaparan yang mengerikan.
Latar cerita Asura dimulai pada pertengahan abad ke-15 di Kyoto yang telah berubah menjadi gurun tandus akibat banjir, kekeringan, dan kelaparan. Kondisi ini menjadi cikal bakal perang saudara terbesar dalam sejarah Jepang, di mana seorang anak laki-laki dilahirkan dan kemudian dibuang oleh ibunya yang kelaparan.
Delapan tahun kemudian, anak tersebut tumbuh menjadi makhluk buas yang berkeliaran di pedesaan dengan kapak untuk membantai manusia demi bertahan hidup. Ia bertemu dengan seorang biksu Buddha yang memberinya nama Asura dan mengajarkan nyanyian Buddha sebelum meninggalkannya di pinggir jalan.
Nasib Asura berubah saat ia bertemu Wakasa, gadis desa yang memberinya tempat berlindung dan makanan di gubuk terlantar. Wakasa secara rutin mengunjungi Asura untuk memberinya makan dan mengajarinya berbicara seperti manusia, membuat Asura sangat bergantung dan terikat padanya.