Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Tim Pertahanan Sipil Gaza Evakuasi...
BERITA

Tim Pertahanan Sipil Gaza Evakuasi Jasad 21 Warga Palestina dari Reruntuhan

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Tim pertahanan sipil Gaza sedang melakukan proses evakuasi di tengah puing-puing bangunan

Tim pertahanan sipil Gaza sedang melakukan proses evakuasi di tengah puing-puing bangunan

Tim pertahanan sipil Gaza pada hari Sabtu berhasil mengevakuasi 21 jasad warga Palestina dari bawah reruntuhan dua rumah yang hancur akibat serangan militer Israel. Operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencari korban yang tertimbun di berbagai wilayah di Gaza.

Juru bicara pertahanan sipil, Mahmoud Basal, mengonfirmasi bahwa 12 jasad ditemukan di rumah keluarga Batniji di area Asqula, Gaza City bagian timur. Sementara itu, sembilan jasad lainnya ditemukan di rumah keluarga Gharbiyah di area Katiba, Gaza City bagian barat.

"Tim menghadapi tantangan berat akibat kekurangan alat berat, peralatan, suplai logistik, dan bahan bakar yang dibutuhkan untuk operasi pemulihan," ujar Mahmoud Basal kepada Anadolu. Keterbatasan sumber daya ini secara signifikan memperlambat upaya pencarian di lapangan.

Saat ini, tim penyelamat telah berpindah ke lokasi rumah keluarga al-Maghribi di lingkungan Zeitoun, Gaza City. Terdapat laporan bahwa sekitar 40 jasad warga Palestina diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan tersebut.

Tantangan Operasional dan Proyek Pemulihan

Operasi evakuasi saat ini merupakan bagian dari fase kedua proyek yang diluncurkan oleh pihak pertahanan sipil pada 19 Juli lalu. Proyek ini bertujuan untuk mengambil jenazah dari bawah bangunan yang hancur akibat konflik yang berkepanjangan.

Pada peluncuran fase kedua, Basal mengungkapkan bahwa operasi tersebut mencakup 147 rumah yang hancur di wilayah Gaza, Gaza Utara, dan Gaza tengah. Diperkirakan terdapat sekitar 1.072 jasad warga Palestina yang masih terkubur di bawah puing-puing.

Sebelumnya, pada fase pertama yang dimulai November 2025, tim berhasil mengevakuasi 333 jenazah dari 54 bangunan. Namun, sumber daya yang sangat terbatas menghalangi tim untuk menjangkau 226 jasad lainnya yang masih terjebak.

Basal menegaskan perlunya bantuan internasional untuk menyediakan peralatan yang diperlukan. Tanpa dukungan tersebut, kemampuan tim untuk mencapai lokasi bangunan yang hancur akan terus terhambat oleh minimnya mesin berat dan bahan bakar.

Dampak Kemanusiaan dan Skala Kehancuran

Menurut data dari Kantor Media Pemerintah Gaza, sekitar 9.500 warga Palestina dilaporkan hilang sejak awal konflik. Banyak dari mereka diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan militer.

Sejak dimulainya ofensif militer pada 7 Oktober 2023, skala kehancuran di wilayah Gaza telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan. Otoritas Palestina melaporkan bahwa lebih dari 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah hancur total.

Dampak kemanusiaan akibat perang ini sangat masif dengan lebih dari 73.000 orang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, terdapat lebih dari 174.000 orang lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Situasi di Gaza tetap kritis dengan upaya pencarian yang terus berlangsung di tengah keterbatasan sarana. Pihak berwenang terus menyerukan komunitas internasional untuk segera memberikan bantuan logistik agar proses evakuasi jasad dapat dilakukan secara lebih efektif.

Topics
gaza palestina israel kemanusiaan konflik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.