Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Serangan Udara Israel di Lebanon...
BERITA

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang di Tengah Gencatan Senjata

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Suasana pasca-serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon yang menewaskan belasan warga sipil

Suasana pasca-serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon yang menewaskan belasan warga sipil

Serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 11 orang pada hari Sabtu dalam serangan paling mematikan sejak gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah mulai berlaku pada tanggal 20 Juni. Insiden ini memicu kecaman keras dari pemerintah Lebanon serta meningkatkan ketegangan di kawasan perbatasan.

Kementerian Kesehatan Lebanon dan kantor berita resmi melaporkan bahwa serangan pertama menargetkan sebuah rumah di pinggiran desa Ansar dan merenggut tujuh nyawa, termasuk tiga anak-anak, serta melukai dua orang lainnya. Serangan kedua yang menghantam desa Deir al-Zahrani menyebabkan empat orang tewas dan 17 orang mengalami luka-luka.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengecam keras tindakan militer Israel tersebut dengan menyatakan bahwa serangan itu bertujuan untuk mengintimidasi warga di rumah mereka sendiri. "Tujuh syuhada dari serangan udara Israel di kota Ansar bukanlah infrastruktur militer dan anak-anak serta wanita yang tewas bukanlah target militer," ujar Perdana Menteri Nawaf Salam dalam pernyataan resminya.

Pihak militer Israel menyampaikan bahwa serangan tersebut dilancarkan sebagai respons terhadap aksi kekerasan yang menargetkan tentara Israel di wilayah tersebut. Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, militer Israel terus melancarkan operasi dan serangan hampir setiap hari di area utara Sungai Litani.

Latar Belakang Kerangka Perjanjian dan Ketegangan

Sebelum insiden mematikan ini terjadi, Israel dan pemerintah Lebanon sempat mengumumkan kerangka perjanjian pada tanggal 26 Juni yang merinci rencana penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan. Perjanjian damai tersebut diupayakan sebagai imbalan atas pelucutan senjata kelompok militan Hezbollah yang didukung oleh Iran.

Namun, kelompok Hezbollah secara konsisten menolak perundingan langsung dan tidak ikut serta dalam kesepakatan damai yang digagas bersama perwakilan internasional tersebut. Hezbollah menuding pemerintah Lebanon telah memberikan terlalu banyak konsesi tanpa jaminan penarikan penuh militer Israel.

Presiden Lebanon Joseph Aoun turut memberikan tanggapan dengan menyatakan bahwa eskalasi serangan ini merupakan pesan jelas yang merusak jalur perundingan serta upaya mediasi Amerika Serikat. Upaya diplomasi sebelumnya telah melalui tujuh putaran perundingan di berbagai negara, termasuk pertemuan di Roma.

Ketegangan di kawasan ini terus membara menyusul konflik bersenjata besar yang meletus pada awal Maret lalu. Sejak saat itu, ribuan korban jiwa dilaporkan jatuh akibat serangan udara intensif yang dilancarkan Israel di wilayah teritorial Lebanon.

Respons Militer Israel dan Kelanjutan Konflik

Pihak militer Israel menegaskan bahwa serangan di wilayah Ali Taher dan Ansar menyasar infrastruktur militer Hezbollah yang dituduh melanggar gencatan senjata. Menurut kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Hezbollah dianggap bertanggung jawab atas serangan yang melukai serius tiga tentara Israel.

Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa salah satu target serangan di Ansar adalah Ali Samir Al-Haj Hassan, yang diidentifikasi sebagai komandan batalion pasukan elit Hezbollah Radwan Force. Militer menambahkan bahwa keluarga komandan tersebut turut menjadi korban akibat berada di lokasi komparatif militer yang sama.

Di sisi lain, Hezbollah mendesak negara Lebanon untuk menghentikan agresi alih-alih melanjutkan perundingan langsung yang disponsori oleh Amerika Serikat. Kelompok tersebut menilai bahwa mediasi internasional tidak memberikan perlindungan berarti terhadap kejahatan perang yang terjadi di lapangan.

Situasi keamanan di perbatasan Lebanon dan Israel tetap berada dalam status siaga tinggi menyusul serangkaian insiden ledakan dan baku tembak dalam beberapa pekan terakhir. Evaluasi lanjutan mengenai masa depan gencatan senjata terus dilakukan oleh para pemangku kepentingan regional.

Topics
news israel lebanon hezbollah konflik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.