Sebuah insiden kebakaran maut yang diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas melanda kawasan permukiman di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Berdasarkan laporan media Ayo Semarang, musibah yang terjadi pada Kamis tersebut merenggut nyawa seorang balita berusia enam bulan setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu bermula dari suara ledakan keras yang bersumber dari bagian dapur rumah. Ruangan yang saat itu dalam kondisi tertutup membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke area ruang keluarga yang menyatu dengan dapur.
"Pertama ada ledakan di dapur itu temboknya pecah. Dan ruangan tertutup," ungkap Tantri Pradono dalam keterangannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSaat kejadian berlangsung, terdapat tiga orang yang berada di dalam rumah tersebut, yakni seorang asisten rumah tangga bernama Nurjannah serta dua anak pemilik rumah masing-masing bernama Nail dan Arkana. Ketiganya terjebak di dalam ruangan karena rumah dilaporkan hanya memiliki satu akses pintu keluar utama.
Warga sekitar yang menyadari adanya insiden tersebut langsung bergegas memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi para korban. Ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Hermina Banyumanik untuk mendapatkan penanganan darurat akibat luka bakar yang diderita.
Nahas, nyawa balita berusia enam bulan tersebut tidak berhasil diselamatkan meski tim medis telah berupaya memberikan perawatan intensif. Sementara itu, balita berusia empat tahun mengalami luka bakar serius dan sang asisten rumah tangga menderita luka bakar ringan.
Kobaran api tidak hanya melukai para korban, tetapi juga menghanguskan bagian plafon serta atap rumah beserta sejumlah barang di ruang keluarga. Petugas pemadam kebakaran sempat menghadapi kendala di lapangan akibat akses jalan menuju lokasi berupa gang sempit yang menyulitkan armada masuk.
Menanggapi insiden tersebut, pihak Dinas Pemadam Kebakaran mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebocoran gas maupun instalasi kelistrikan di rumah. Pengecekan rutin pada regulator dan perangkat rumah tangga dinilai krusial untuk mencegah terulangnya musibah serupa.
"Banyak terjadi kebocoran gas. Saya mengimbau untuk memastikan tutup dan regulator itu dicek agar aman. Korsleting listrik itu seperti charger HP dan apa itu harus diperiksa terus," pesan Tantri Pradono.