Vodafone telah memulai langkah inovatif dengan menguji coba tiang seluler yang dilengkapi sistem kecerdasan buatan atau AI serta lengan robotik canggih. Teknologi ini dirancang agar mampu menyesuaikan antena radio secara otomatis tanpa memerlukan intervensi manual yang rumit pada infrastruktur jaringan 4G dan 5G.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam operasionalnya, teknologi ini menggabungkan analisis berbasis AI dengan pergerakan perangkat keras secara otomatis. Sebuah algoritma internal yang dikembangkan oleh Vodafone bertugas mengevaluasi permintaan jaringan serta kondisi lokal sebelum memberikan instruksi langsung kepada pergerakan lengan robotik tersebut.
Komponen robotik dalam proyek uji coba ini dipasok oleh Humax Networks, sebuah perusahaan pemasok peralatan asal Korea Selatan yang bekerja sama erat dengan Vodafone. Ketika algoritma AI mendeteksi adanya perubahan kebutuhan cakupan atau kapasitas, sistem akan langsung mengarahkan lengan robot untuk memutar atau memiringkan antena.
Proses penyesuaian otomatis ini dilaporkan memakan waktu antara 20 hingga 30 menit untuk selesai, sekaligus mengoptimalkan efisiensi energi di seluruh jaringan. Biasanya, proses penyesuaian antena konvensional memerlukan pekerjaan teknik fisik yang memakan waktu lebih lama di lapangan.
Sistem canggih ini mampu beradaptasi dengan pola lingkungan sekitar, seperti memancarkan sinyal lebih kuat ke luar ruangan saat cuaca cerah dan meningkatkan cakupan dalam ruangan ketika cuaca memburuk. Algoritma pengatur mandiri juga merespons lonjakan lalu lintas data lokal secara real-time.
Saat ini, Vodafone sedang menguji coba pengaturan tersebut di sebuah lokasi yang menghadap ke pusat perbelanjaan di Tirana, Albania. Di sana, cakupan jaringan dapat bergeser secara otomatis antara zona ritel dan perumahan seiring dengan perubahan pola penggunaan sepanjang hari.
Francisco Pignatelli selaku director of mobile access engineering di Vodafone mengungkapkan bahwa uji coba ini merupakan contoh awal dari penerapan AI fisik di dalam infrastruktur telekomunikasi. "Dengan menganalisis permintaan jaringan dan membuat keputusan otonom, algoritma AI dapat menyesuaikan antena radio untuk mengoptimalkan cakupan dan kapasitas tanpa intervensi manusia," ujar Pignatelli.
Ke depannya, perusahaan memperkirakan teknologi antena otonom yang mampu menyesuaikan komponen internal akan segera hadir di pasaran dalam beberapa bulan mendatang. Pergeseran ke arah penyesuaian internal ini diyakini mampu mengurangi konsumsi energi secara lebih signifikan dibandingkan menggerakkan seluruh unit antena di luar ruangan.