Modus kejahatan siber baru dengan memanfaatkan QR code palsu atau yang dikenal sebagai quishing kini tengah mengincar para pasien di berbagai fasilitas kesehatan. Pelaku kejahatan menempatkan stiker QR code tiruan di tempat-tempat strategis seperti area pendaftaran klinik, apotek, hingga mesin pembayaran parkir rumah sakit.
Para pelaku kerap menggunakan informasi pribadi korban yang didapat dari internet untuk membuat pesan penipuan terlihat sangat meyakinkan. "Penggunaan data pribadi yang akurat membuat korban mengira pesan atau pemberitahuan medis tersebut benar-benar berasal dari instansi resmi," ujar laporan pengamat keamanan siber.
Banyak pasien lansia serta peserta Medicare menjadi sasaran utama karena terbiasa menggunakan QR code untuk keperluan administrasi kesehatan sehari-hari. Ketika dipindai, kode tersebut justru mengarahkan korban ke situs tiruan yang dirancang untuk meretas data sensitif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMasyarakat diimbau untuk lebih teliti dan tidak sembarangan memindai QR code di ruang publik tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada petugas. Memeriksa tautan tujuan sebelum membukanya menjadi langkah awal yang efektif untuk menghindari pencurian data.
Tips Aman Menghindari QR Code Palsu di Tempat Medis
Langkah antisipasi sangat diperlukan agar terhindar dari jebakan QR code palsu yang terpasang di area fasilitas kesehatan umum. Pemeriksaan fisik pada stiker QR code di mesin pembayaran parkir atau dinding klinik dapat membantu mendeteksi adanya upaya penipuan.
Sebagian besar ponsel pintar kini menampilkan pratinjau tautan tujuan sebelum halaman web terbuka sepenuhnya. Jika alamat situs web tampak mencurigakan, janggal, atau berbeda dari domain resmi lembaga terkait, pengguna disarankan untuk segera membatalkan pemindaian.
Selain itu, pasien juga dapat menanyakan langsung kepada petugas resepsionis atau staf rumah sakit untuk memastikan keaslian kode yang disediakan. Mengakses situs resmi secara langsung melalui peramban jauh lebih aman daripada mengandalkan pindai kode yang bersifat instan.
Kesadaran untuk menjaga kerahasiaan data pribadi serta membatasi informasi yang terekspos di internet juga memperkecil peluang penjahat melancarkan aksinya. Dengan tetap waspada, risiko terjebak dalam modus kejahatan siber berbasis kode batang ini dapat ditekan secara maksimal.