Pengisi suara Zeno Robinson membahas akhir cerita anime My Hero Academia bersama Studio BONES serta masa depan karakter Hawks setelah kehilangan Quirk miliknya dalam pertempuran akhir. Serial anime populer ini telah merampungkan kisah utamanya dan menghadirkan berbagai episode spesial untuk melengkapi semesta pahlawan super karya Kohei Horikoshi.
Dalam wawancara eksklusif bersama ComicBook.com, Zeno Robinson mengungkapkan bahwa akhir perjalanan Hawks terasa sangat pas dan sejalan dengan prinsip hidup karakter tersebut. Sejak awal kemunculannya, pahlawan nomor dua berjuluk sayap tajam ini tidak pernah berniat menjadi pusat perhatian, melainkan memimpikan dunia di mana kehadiran pahlawan tidak lagi diperlukan.
"Dari outset, Hawks adalah karakter dalam Hero Society yang tidak pernah ingin berada di depan dan di tengah," ujar Robinson menjelaskan pandangannya terhadap karakter yang ia suarakan. Ia menambahkan bahwa kehilangan kekuatan Quirk justru selaras dengan impian jangka panjang Hawks dalam merombak tatanan masyarakat pahlawan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis Kabayan News, transformasi peran Keigo Takami atau Hawks dari seorang petarung udara menjadi pemimpin Hero Public Safety Commission menunjukkan evolusi kepemimpinan yang matang. Tanpa kemampuan terbang dan bulu andalannya, ia kini fokus mengubah sistem birokrasi pahlawan dari dalam agar masyarakat masa depan hidup lebih damai.
Sebagaimana dilaporkan dalam penutup serial, dunia My Hero Academia tetap membutuhkan pengawasan meskipun ancaman besar dari penjahat seperti All For One dan Shigaraki telah berakhir. Melalui posisi barunya di komisi keamanan, Hawks mendedikasikan seluruh hidupnya untuk memastikan perdamaian dunia pahlawan tercapai secara permanen.