Jumlah pencari kerja di Inggris melonjak selama 41 bulan berturut-turut, memicu desakan kepada pemerintah untuk segera memangkas birokrasi yang membebani sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data dari KPMG dan Recruitment and Employment Confederation, peningkatan jumlah pengangguran ini telah berlangsung selama hampir tiga setengah tahun, sementara lowongan pekerjaan justru merosot dalam 22 bulan terakhir.
Berdasarkan analisis Kabayan News, tekanan terhadap pemerintah kian menguat menyusul laporan tingkat pengangguran resmi berada di angka 4,9 persen dengan proyeksi kenaikan hingga 5,3 persen pada tahun ini. Situasi tersebut memaksa sebagian besar pencari kerja beralih ke posisi jangka pendek, tecermin dari kenaikan penempatan pekerja sementara selama empat bulan berturut-turut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMaxine Bligh selaku Chief Membership and Innovation Officer REC menyatakan bahwa peningkatan lowongan pekerjaan sementara memberikan indikasi awal perusahaan mulai memulihkan rencana perekrutan mereka. Pihaknya mendesak pemerintah agar memprioritaskan stabilitas bursa kerja serta meringankan beban biaya operasional dan aturan birokrasi perusahaan.
"If the government is serious about getting more young people their first vital opportunities of work they must think carefully about the balance of their make work pay agenda by easing mounting costs and red tape around employment," ujarnya sebagaimana dilaporkan City A.M.
Sejumlah tokoh industri mendesak para pejabat tinggi termasuk Andy Burnham agar segera mengambil langkah nyata untuk mendongkrak pasar tenaga kerja tahun ini. Kebijakan kenaikan iuran asuransi nasional serta perubahan regulasi ketenagakerjaan sebelumnya dinilai memperlambat ekspansi bisnis dan memperkecil peluang penyerapan tenaga kerja baru di berbagai sektor.