Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Anjlok Tajam, Seberapa Jauh Harga...
EKONOMI

Anjlok Tajam, Seberapa Jauh Harga Properti Australia Bakal Jatuh

By Asep Firdaus 3 min read 5 September 2026
Pasar properti Australia anjlok tajam memicu revisi proyeksi penurunan harga rumah

Pasar properti Australia anjlok tajam memicu revisi proyeksi penurunan harga rumah

Sebagaimana diwartakan oleh SBS News, pasar properti di Australia kini tengah menghadapi tren penurunan yang semakin cepat, dengan nilai hunian nasional tercatat berada di level 3,6 persen di bawah puncak tertingginya pada awal tahun 2026 berdasarkan data dari firma riset Cotality.

Penurunan yang jauh lebih tajam dari perkiraan awal ini telah mendorong sejumlah lembaga keuangan besar di Australia untuk segera memperbarui proyeksi mereka, di mana Commonwealth Bank memprediksi koreksi harga yang lebih luas dan cepat ke depannya.

Berdasarkan laporan, tren penurunan harga rumah ini mulai terjadi sejak bulan Maret tahun ini menyusul sinyal rencana pemerintah federal yang hendak menghapus beberapa insentif pajak bagi para investor properti.

Selain kebijakan pajak, kenaikan suku bunga, tantangan pasokan di pasaran, serta sentimen negatif publik turut diyakini menjadi motor penggerak utama di balik kejatuhan harga properti belakangan ini.

Menteri Perumahan Claire O'Neil menyatakan bahwa pasar properti di negaranya memiliki sifat yang siklikal, di mana periode pertumbuhan harga yang sangat kuat biasanya akan selalu diikuti oleh fase pelemahan pasar.

"We see periods of really strong house price growth that are followed by a period of housing downturn — that's happened now about four times in the last decade," ungkap O'Neil dalam wawancara dengan stasiun televisi Channel Seven.

Data terbaru mencatat bahwa sebanyak 93 persen wilayah pinggiran di kota-kota besar Australia kini mengalami penurunan harga rumah, dengan Darwin menjadi satu-satunya wilayah yang melawan arus negatif tersebut.

Commonwealth Bank memperkirakan harga properti secara nasional akan jatuh hingga sekitar 9 persen dari puncaknya pada Maret 2026 sebelum akhirnya mencapai titik terendah pada April 2027 mendatang.

Sementara itu, ekonom independen Cameron Kusher menilai bahwa koreksi pasar kali ini berpotensi menjadi penurunan terbesar yang disaksikan oleh industri properti Australia dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.

Topics
properti australia harga rumah ekonomi suku bunga pasar properti investasi kebijakan
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Asep Firdaus adalah jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika pasar, kebijakan ekonomi, dan perkembangan industri, serta mampu menyajikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah dicerna.