Dalam ilmu ekonomi, capital atau barang modal merujuk pada produk tahan lama yang dimanfaatkan sebagai input produktif untuk menghasilkan barang serta layanan lebih lanjut. Contoh paling umum dari konsep tersebut adalah mesin-mesin pabrik, gedung, perangkat lunak, hingga inventaris yang dimiliki suatu negara dalam kurun waktu tertentu.
Berdasarkan analisis ekonomi, barang modal memiliki perbedaan mendasar dengan barang antara seperti bahan baku atau energi yang habis dikonsumsi dalam satu siklus produksi. Capital mampu menyediakan layanan produktif secara berulang dalam berbagai siklus tanpa langsung habis terintegrasi ke dalam produk akhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan dalam teori ekonomi klasik hingga modern, capital bersama tenaga kerja dan sumber daya alam dikategorikan sebagai faktor utama dalam proses produksi. Pemahaman mengenai stok modal kini mencakup aset berwujud seperti mesin maupun aset tidak berwujud seperti hak kekayaan intelektual.
Pengamatan menunjukkan bahwa pengadaan barang modal atau investasi memegang peranan krusial dalam memicu inovasi teknologi serta pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara. Tingkat akumulasi modal ini sering kali menjadi indikator utama bagi ekspansi bisnis serta kesiapan industri menghadapi persaingan pasar global.