Berdasarkan laporan media 20minutos, harga pangan global mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai level tertinggi sejak akhir 2022 akibat tekanan geopolitik dan cuaca ekstrem.
Sebagaimana diwartakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), indeks harga pangan global meningkat sebesar 1,9 persen pada bulan Agustus, dengan komoditas sereal, gula, dan produk susu menjadi pendorong utamanya.
Harga gandum dunia tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,6 persen dalam basis bulanan, sementara harga komoditas gula melonjak tajam hingga 11,9 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan media tersebut, pasar komoditas internasional turut mencatat rekor tertinggi untuk kontrak berjangka tanaman pangan penting seperti gandum dan jagung.
Indeks Bloomberg Agriculture Spot yang memantau sepuluh produk esensial mencatat lonjakan lebih dari 13 persen sepanjang bulan Agustus, yang merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2012.
Menurut para ahli, lonjakan harga ini dipicu oleh kombinasi faktor mulai dari gangguan rantai pasokan, konflik di Timur Tengah dan Ukraina, hingga fenomena cuaca ekstrem yang mengganggu produktivitas pertanian global.
Kepala Ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) Philip Lane memperingatkan bahwa cuaca ekstrem dan krisis pasokan berpotensi terus menekan laju inflasi dan mendongkrak harga pangan di kawasan Eropa pada tahun depan.