Berdasarkan laporan media, Wakil Presiden Republik dan kandidat petahana Brasil, Geraldo Alckmin, menegaskan bahwa pemerintah perlu memadukan kontrol pengeluaran fiskal dengan ekspansi ekonomi demi memperbaiki lintasan utang publik.
Menurut Alckmin saat berbicara dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh BTG Pactual, tantangan fiskal terbesar negara saat ini adalah memperbaiki rasio antara utang dan Produk Domestik Bruto (PDB) tanpa merusak aktivitas ekonomi.
"Tidak ada gunanya jika saya terus memotong pengeluaran hingga PDB runtuh, yang berujung pada pengangguran serta resesi tanpa menyelesaikan masalah utama," ujar Alckmin menegaskan strategi pertumbuhan ekonomi, dikutip dari laporan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeIa menambahkan bahwa kunci utamanya adalah meningkatkan PDB sembari menahan laju belanja negara demi memperbaiki rasio utang terhadap PDB secara berkelanjutan.
Selain itu, Alckmin menyoroti bahwa Brasil memiliki keunggulan kompetitif yang kuat di sektor ketahanan pangan, energi bersih, dan mineral kritis yang mampu menarik investasi asing dalam beberapa tahun ke depan.
Terkait dengan kebijakan moneter, Alckmin secara terbuka menyatakan pandangannya bahwa suku bunga yang terlalu tinggi saat ini menjadi hambatan serius bagi perkembangan ekonomi domestik.
"Tentu saja saya memahami bahwa Bank Sentral seharusnya bisa menurunkan suku bunga dengan lebih cepat," ungkap Alckmin ketika ditanya mengenai arah kebijakan suku bunga acuan Selic.
Sebagaimana diwartakan, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua tekanan inflasi dapat diatasi melalui instrumen moneter, terutama lonjakan harga komoditas pangan akibat faktor iklim serta minyak global.