Gubernur New York Kathy Hochul meresmikan fase lanjutan dari FutureWorks Commission melalui serangkaian sesi dengar pendapat publik untuk mengkaji secara mendalam bagaimana kecerdasan buatan memengaruhi pekerja serta berbagai industri di seluruh wilayah New York.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, inisiatif strategis ini menyoroti nasib perempuan yang mendominasi sektor administratif, klerek, dan layanan pelanggan, di mana para ahli memperingatkan bahwa kelompok tersebut berada dalam posisi paling rentan terhadap gelombang otomatisasi serta integrasi teknologi canggih.
Sebagaimana dilaporkan dalam dokumen resmi, Gubernur Kathy Hochul menyatakan komitmennya untuk memastikan wilayah New York siap mengelola transisi teknologi ini secara matang, terutama guna melindungi masa depan perempuan di pasar tenaga kerja.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKomisi beranggotakan 20 orang yang dipimpin bersama oleh mantan Menteri Tenaga Kerja AS Tom Perez, CEO TIAA Thasunda Brown Duckett, serta Molly Kinder dari Breakwater Initiative ini mengemban tugas krusial untuk meneliti dampak teknologi, merumuskan strategi data waktu nyata, dan mengusulkan perlindungan kebijakan bagi usaha kecil serta pekerja.
Mengutip laporan kebijakan negara bagian, para legislator memuji fokus pemerintah terhadap kesetaraan tenaga kerja, sementara pejabat berwenang menegaskan bahwa manfaat dari adopsi teknologi harus didistribusikan secara adil ke seluruh komunitas berpendapatan rendah dan pelaku usaha kecil.
Komisi tersebut dijadwalkan merilis rekomendasi akhir terkait kebijakan dan sektor swasta pada penghujung tahun ini, yang kemudian menjadi landasan kuat bagi penyusunan berbagai usulan legislatif baru pada tahun berikutnya.