Harga emas dunia melonjak lebih dari 2 persen di New York setelah rilis data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan serta pernyataan dari Chairman US Federal Reserve Kevin Warsh.
Berdasarkan laporan perdagangan di pasar spot, harga emas mencatat kenaikan sebesar 2,1 persen hingga menyentuh level USD 4.089,49 per ons setelah sempat mengalami tekanan jual pada sesi sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus turut menguat sebesar 1,6 persen ke posisi USD 4.103,10 per ons.
Dari analisis awak media, penguatan komoditas logam mulia ini didorong oleh respons pasar terhadap indikasi meredanya risiko inflasi yang disampaikan oleh bank sentral.
Seiring dengan pergerakan emas, sejumlah logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan palladium juga kompak mencatatkan tren kenaikan harga di bursa.