Pengeluaran Tesla terus merangkak naik sementara margin keuntungan mengalami penurunan signifikan di tengah arus kas bebas negatif. Situasi tersebut mendorong analis Wall Street dari Morgan Stanley untuk menerbitkan catatan penting yang menekankan bahwa kuartal berikutnya harus menunjukkan perubahan nyata bagi para pemegang saham.
Catatan evaluasi tersebut dirilis oleh Morgan Stanley menyoroti kinerja perusahaan otomotif pimpinan Elon Musk. Analis Andrew Percoco yang kini memegang kendali cakupan Tesla menyampaikan pesan langsung bahwa tesis kecerdasan buatan atau AI jangka panjang masih utuh, namun angka-angka finansial harus segera membuktikan kebenarannya di lapangan.
Percoco mempertahankan peringkat Equal Weight dengan target harga saham di angka US415untukTesla.Ketikacatatantersebutdipublikasikan,sahamTesladiperdagangkanpadakisaranUS330, yang menunjukkan potensi kenaikan sekitar 26 persen dari posisi sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLaporan tersebut menjelaskan bahwa panggilan pendapatan kuartal kedua tidak mengubah pandangan jangka panjang Morgan Stanley terhadap posisi kepemimpinan Tesla dalam AI fisik. Perubahan utama terletak pada peningkatan urgensi akan bukti nyata seiring melemahnya margin kotor serta membengkaknya biaya riset dan pengembangan.
Tantangan Skala Robotaxi dan Optimus di Depan Mata
Tingkat adopsi Full Self Driving atau FSD berhasil mencapai angka 55 persen pada pengiriman di wilayah Amerika Utara. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi model Morgan Stanley yang sebelumnya memperkirakan kisaran 25 hingga 30 persen saja.
Percoco menegaskan bahwa dirinya menginginkan bukti yang lebih jelas bahwa teknologi Robotaxi benar-benar dapat diskalakan secara masif. Penambahan jumlah kota operasional saja tidak cukup, melainkan peningkatan jumlah perjalanan per kendaraan serta tingkat utilisasi yang tinggi.
Terkait proyek robot humanoid Optimus, Percoco menyatakan bahwa pihaknya masih mencari bukti nyata di luar sekadar wacana dimulainya produksi massal. Tantangan komersial Optimus bukan sekadar kemampuan Tesla merakit sebuah robot, melainkan efisiensi biaya manufaktur dan penggunaannya tanpa pengawasan manusia.
Catatan dari Morgan Stanley bukan sebuah peringatan bahwa strategi kecerdasan buatan Tesla mengalami kegagalan total. Catatan ini berfungsi sebagai daftar pemeriksaan penting yang harus dipenuhi perusahaan sebelum pasar memberikan apresiasi penuh terhadap valuasi saham mereka.