Crisis of 1982 merupakan krisis ekonomi parah melanda Chili pada masa pemerintahan militer di bawah kepemimpinan Jenderal Augusto Pinochet. Sebagaimana dilaporkan data historis, kejatuhan tersebut mengakibatkan produk domestik bruto atau PDB Chili anjlok hingga 14,3 persen serta angka pengangguran melompat naik ke level 23,7 persen.
Berdasarkan analisis Kabayan News, akar permasalahan krisis bermula dari kebijakan nilai tukar peso Chili terlalu tinggi karena dipatok terhadap dolar Amerika Serikat serta tingginya suku bunga domestik. Kondisi itu diperparah oleh derasnya pinjaman luar negeri serta penurunan drastis pinjaman bagi korporasi lokal menjelang akhir tahun 1981.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan ekonomi, lonjakan utang luar negeri Chili menembus angka lebih dari 17 miliar dolar pada tahun 1982, sementara pendapatan per kapita merosot tajam. Sektor pertanian turut mengalami pukulan berat akibat masuknya modal spekulatif sebelum krisis, yang berujung pada kebangkrutan massal perusahaan pengolahan serta perusahaan gula IANSA.
Pemerintah merespons situasi darurat tersebut melalui penyelamatan dan intervensi perbankan besar-besaran untuk mengatasi risiko sistemik akibat kredit macet. Di sisi lain, gejolak sosial ekonomi akibat kebijakan neoliberal kelompok Chicago boys memicu gelombang protes massal di berbagai penjuru negeri menentang kediktatoran militer.