Krisis utang Amerika Latin atau Latin American debt crisis merupakan krisis keuangan besar yang melanda kawasan tersebut pada awal dekade 1980-an hingga kerap dijuluki sebagai La Década Perdida atau Dekade Hilang.
Berdasarkan laporan historis, krisis bermula ketika negara-negara seperti Brasil, Argentina, dan Meksiko masif meminjam dana dari kreditur internasional demi membiayai proyek industrialisasi serta infrastruktur sepanjang tahun 1960 hingga 1970-an. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, gelombang pinjaman tersebut melonjak drastis setelah bank-bank swasta kebanjiran dana dari negara-negara kaya minyak yang menganggap utang negara sebagai instrumen investasi aman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi berubah drastis ketika suku bunga global di Amerika Serikat dan Eropa melonjak tajam pada 1979 sementara harga minyak dunia runtuh. Berdasarkan analisis Kabayan News, lonjakan beban bunga membuat negara-negara peminjam kehilangan kemampuan membayar hingga Menteri Keuangan Meksiko, Jesús Silva-Herzog, secara resmi mengumumkan penghentian pembayaran utang pada Agustus 1982.
Keputusan tersebut langsung memicu kepanikan global di mana bank-bank komersial menghentikan penyaluran pinjaman baru dan memaksa negara-negara debitur menerima intervensi ketat dari International Monetary Fund. Dampak sosial dari krisis ini sangat menghancurkan, ditandai dengan merosotnya pendapatan per kapita, lonjakan pengangguran, penurunan tajam upah riil, serta meningkatnya angka kemiskinan secara drastis di seluruh kawasan.