Sebagaimana diwartakan oleh RRI, sebanyak 50 guru Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia resmi diberangkatkan ke Jerman untuk mengikuti Program Magang Luar Negeri Guru SMK Tahun 2026 selama tiga bulan.
Program prestisius ini terselenggara berkat kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, yang bermitra langsung dengan Technische Universität Dresden dan Festo.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat melepas para peserta di Jakarta, menekankan pentingnya efek berantai dari ilmu yang diperoleh para pendidik selama di luar negeri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Setelah memperoleh pengalaman dan keahlian selama tiga bulan, ada tricke down effect atau ada proses di mana Bapak dan Ibu sekalian juga dapat mentransformasikan pengalamannya pada guru-guru SMK yang lainnya," ujar Mu’ti dalam keterangannya dikutip dari laporan RRI, Rabu (3/9/2026).
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyatakan bahwa pengalaman internasional ini menjadi jembatan krusial untuk mendekatkan ekosistem sekolah dengan standar kebutuhan dunia kerja nyata.
Dari pihak industri, perwakilan Festo yaitu Safri Susanto menjelaskan bahwa para peserta akan mendalami teknologi mutakhir di bidang manufaktur, termasuk otomatisasi dan mekatronika, guna memperkuat daya saing lulusan vokasi Indonesia di kancah global.