Perusahaan manufaktur baterai LG Energy Solution mengalihkan sebagian besar lini produksi pabriknya di wilayah Amerika Utara menuju pembuatan baterai penyimpan energi atau energy storage systems. Berdasarkan laporan Reuters, perubahan strategi ini didorong oleh lonjakan permintaan dari pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau AI data centers yang membutuhkan pasokan daya masif.
Presiden LG Energy Amerika Utara, Robert Lee menyatakan bahwa perusahaannya tidak menduga pertumbuhan sektor penyimpanan energi akan melesat begitu cepat di tengah lesunya pasar kendaraan listrik. Sebagian besar fasilitas produksi di kawasan tersebut kini difokuskan menggarap baterai penyimpanan energi untuk menyiasati dinamika industri.
Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa pabrik LG Energy di Lansing, Michigan, bersiap memproduksi sel baterai utilitas termasuk untuk kebutuhan Tesla serta Toyota Motor. Transformasi ini juga memaksa perusahaan mengembangkan teknologi kimia baru berupa lithium iron phosphate atau LFP.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun beralih ke sektor penyimpanan energi, LG Energy menegaskan bahwa pasar kendaraan listrik tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang mereka. Pabrik patungan bersama General Motors di Ohio bagian timur bahkan baru saja memulai kembali produksi sel baterai kendaraan listrik setelah mengalami masa penutupan selama tujuh bulan.