PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 50,2 pada Juli 2026 setelah sempat mengalami kontraksi dalam beberapa bulan terakhir.
Aktivitas industri berhasil kembali ke jalur ekspansi didorong oleh meningkatnya volume produksi, membaiknya permintaan, serta pulihnya penyerapan tenaga kerja.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemulihan ini menjadi yang pertama sejak Februari 2026 seiring pesanan baru yang mulai stabil dan tumbuhnya kepercayaan pelanggan di pasar domestik.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif menyambut baik capaian tersebut sebagai cerminan pulihnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek industri nasional.
Kebijakan Pemerintah Dukung Pemulihan Industri Manufaktur
Membaiknya kinerja manufaktur nasional tidak lepas dari dukungan sejumlah kebijakan pemerintah yang memberikan kepastian bagi dunia usaha.
Salah satu kebijakan pendukung utama adalah keberlanjutan Harga Gas Bumi Tertentu yang menjaga daya saing industri padat energi.
Selain itu relaksasi bea masuk impor bahan baku plastik melalui Peraturan Menteri Keuangan turut menjadi stimulus penting bagi sektor kemasan hingga otomotif.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan bahan baku dan keterjangkauan energi demi kelanjutan momentum pemulihan ekonomi.