Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Northern Gritstone Buka Kantor di...
EKONOMI

Northern Gritstone Buka Kantor di San Francisco untuk Incar Modal Amerika Serikat

By Dewi Lestari 3 min read 16 Agustus 2026
Gedung perkantoran modern di kawasan San Francisco Bay Area

Gedung perkantoran modern di kawasan San Francisco Bay Area

Northern Gritstone, perusahaan investasi yang berfokus pada pengembangan perusahaan tahap awal di bidang ilmu hayat dan teknologi di Inggris Utara, resmi mengumumkan pembukaan kantor baru di San Francisco. Ekspansi strategis ini dirancang untuk memperkuat kehadiran mereka di kawasan Bay Area, Amerika Serikat.

Kepala Eksekutif Northern Gritstone, Duncan Johnson, menyatakan bahwa langkah ekspansi ini akan memberikan perusahaan portofolio akses yang jauh lebih baik terhadap modal ventura di Amerika Serikat. Kehadiran fisik di pusat teknologi global tersebut dinilai krusial untuk mendongkrak skala bisnis.

Dalam keterangannya, Duncan Johnson menjelaskan, "It means you can grow quicker, because the US is better at procuring, and their risk appetite for technology is higher." Ia menambahkan bahwa perusahaan Inggris kerap diperdagangkan dengan diskon di AS, sehingga inisiatif jemput bola menjadi kunci untuk menarik minat investor.

Langkah ekspansi internasional ini juga diharapkan mampu membantu perusahaan-perusahaan di bawah naungan Northern Gritstone dalam merekrut talenta global berkualitas tinggi guna mendukung ekspansi pasar mereka.

Strategi Akses Modal dan Portofolio Global

Sebelum keputusan pembukaan kantor ini diambil, sejumlah perusahaan portofolio Northern Gritstone telah berhasil menarik perhatian investor asal Amerika Serikat. Beberapa nama di antaranya meliputi perusahaan seri B+ seperti Pragmatic Semiconductor, Iceotope, dan Phagenesis.

Sebagai bagian dari langkah awal pendirian kantor di San Francisco, juru bicara perusahaan mengungkapkan rencana perekrutan seorang mitra ventura lokal. Kehadiran mitra tersebut diharapkan mampu memberikan jaringan yang kuat, kemudahan modal, serta pengembangan bisnis sejak hari pertama.

Data dari Dealroom menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan asal Inggris yang didukung oleh investor Amerika Serikat cenderung menggalang pendanaan dalam jumlah lebih besar. Selain itu, mereka mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga empat kali lipat lebih cepat dalam dua tahun pertama setelah mendapatkan investasi.

Dengan mengusung prinsip berakar di wilayah Utara Inggris namun memiliki ambisi global, Northern Gritstone terus berkomitmen untuk membawa perusahaan rintisannya bersaing di panggung internasional.

Rekam Jejak Investasi dan Kolaborasi Universitas

Sejak mulai beroperasi secara aktif pada Mei 2022, Northern Gritstone telah menyalurkan 50 investasi strategis pada berbagai sektor teknologi mendalam dan ilmu hayat. Sektor-sektor tersebut mencakup desain semikonduktor, material baru, kecerdasan buatan, hingga terapi gen.

Sebagian besar perusahaan portofolio mereka merupakan hasil spinout dari universitas-universitas terkemuka di wilayah Northern Arc, yakni Leeds, Liverpool, Manchester, dan Sheffield. Kombinasi institusi akademik ini menghasilkan dana riset tahunan mendekati 800 juta poundsterling.

Kawasan universitas Northern Arc sendiri diakui sebagai salah satu dari empat pusat inovasi berdaya saing global di Inggris. Bersama Oxford, Cambridge, dan London, wilayah-wilayah ini membentuk apa yang dikenal sebagai Berlian Teknologi Britania Raya.

Data resmi perusahaan menunjukkan bahwa kolaborasi erat antara sektor riset universitas dan pendanaan ventura menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja masa depan di bidang teknologi dan kesehatan.

Topics
bisnis investasi teknologi amerika serikat inggris
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.