OpenAI kini berada di jalur yang tepat untuk menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari $40 miliar, angka yang kira-kira dua kali lipat dari laju pendapatan pada akhir tahun 2025. Lonjakan ini memberikan momentum baru bagi pembuat ChatGPT tersebut saat perusahaan bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO).
Bagi perusahaan perbankan, pembayaran, dan fintech yang mengamati bagaimana vendor AI mengubah penggunaan teknologi menjadi uang, angka ini menjadi sinyal penting. Hal tersebut menunjukkan bahwa permintaan perusahaan terhadap alat AI terus meningkat meskipun biaya untuk membangunnya tetap tinggi.
Laporan mengenai angka pendapatan $40 miliar ini bersumber dari laporan Bloomberg yang diterbitkan pada 13 Agustus. Laporan tersebut mengutip narasumber yang memahami kinerja perusahaan yang berbicara dengan syarat anonimitas terkait data finansial internal OpenAI.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePertumbuhan yang signifikan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk pertumbuhan perangkat lunak coding AI milik OpenAI. Selain itu, pendapatan juga disokong oleh penjualan langganan dan bisnis periklanan baru yang mulai dikembangkan perusahaan.
Faktor Pendorong Pertumbuhan dan Konteks Pasar
Sebagai bagian dari pengumuman internal mengenai perekrutan baru, Presiden dan salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman, membagikan informasi mengenai betapa pesatnya pertumbuhan perusahaan saat ini. Peningkatan ini mencerminkan adopsi teknologi yang masif di sektor korporasi.
Persaingan di industri AI terus memanas, terutama dengan adanya rival utama yaitu Anthropic. Kedua perusahaan tersebut telah mengajukan dokumen rahasia untuk melantai di bursa, di mana Anthropic diperkirakan akan masuk pasar lebih dulu pada musim gugur ini.
Untuk memperkuat tim pendapatan, OpenAI pada hari Kamis telah menunjuk chief revenue officer keduanya dalam waktu kurang dari setahun. Perusahaan merekrut seorang eksekutif keamanan siber untuk membantu mendorong target penjualan yang lebih ambisius.
OpenAI juga telah melihat peningkatan tajam dalam permintaan untuk agen AI-nya, termasuk Codex untuk pemrograman dan ChatGPT Work. Langkah strategis juga diambil dengan memangkas harga beberapa model guna bersaing dengan rival dan pemain dari China.
Strategi Bisnis dan Proyeksi Masa Depan
Strategi OpenAI untuk bertransformasi menjadi super app menjelang IPO telah menjadi fokus utama dalam beberapa bulan terakhir. Penjualan ke sektor perusahaan (enterprise) saat ini sudah menyumbang lebih dari 40% dari total pendapatan perusahaan.
Dalam laporan sebelumnya, PYMNTS mencatat bahwa OpenAI menghasilkan hampir $6 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut didorong oleh penggunaan Codex, penjualan bisnis, serta uji coba iklan pada platform ChatGPT.
Selain pengembangan organik, OpenAI juga aktif melakukan ekspansi melalui akuisisi untuk memperkuat alur kerja perusahaan. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan tetap relevan dan kompetitif di pasar global yang semakin padat.
Meskipun OpenAI menolak berkomentar kepada media terkait laporan Bloomberg tersebut, angka-angka yang muncul menunjukkan skala ekonomi yang masif. Data menunjukkan bahwa efektivitas AI dalam mendukung alur kerja bisnis menjadi motor utama keberhasilan finansial perusahaan saat ini.