Palantir Technologies dan Tesla mencatatkan valuasi sangat tinggi masing-masing di kisaran 108 kali dan 190 kali forward earnings pada perdagangan bursa efek. Lonjakan valuasi tersebut didorong oleh euforia luar biasa terhadap teknologi kecerdasan buatan atau AI di pasar global.
Palantir melesat berkat platform analisis data yang membantu instansi pemerintah maupun korporasi mengolah informasi kompleks secara efisien. Perusahaan baru saja mencetak kinerja kuartal kedua yang kuat dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 93 persen secara tahunan.
Pendapatan komersial Palantir melonjak hampir 150 persen secara tahunan pada periode kuartal kedua, didukung oleh nilai kontrak bisnis yang naik 124 persen. Capaian positif ini berhasil mengangkat kembali pergerakan saham perusahaan setelah sempat tertekan isu valuasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun kemampuan analitik Palantir diakui sangat kuat, valuasi tinggi menyisakan sedikit ruang kesalahan bagi investor. Setiap persaingan ketat atau penurunan kinerja kuartalan berpotensi memberikan hantaman keras pada harga saham perusahaan.
Prospek Robotaxi Tesla Tantang Valuasi Saham
Tesla terus mempertahankan valuasi premium berkat statusnya sebagai perintis pasar massal kendaraan listrik serta ambisi besar di bidang robotaxi. Layanan taksi otonom milik perusahaan telah beroperasi di sejumlah wilayah seperti Austin, Dallas, Houston, hingga San Francisco.
Berdasarkan data kuartal kedua, armada robotaxi Tesla tercatat telah menempuh 2,5 juta mil berbayar kumulatif serta lebih dari 380 ribu mil tanpa pengawasan. Kendati demikian, angka tersebut tumbuh jauh lebih lambat dibandingkan capaian kompetitor di industri serupa.
CEO Tesla Elon Musk menyatakan bahwa produksi robot humanoid Optimus akan segera dimulai dan diproyeksikan menjadi produk terbesar perusahaan. Wal demikian, peningkatan produksi robotik tersebut akan mengikuti kurva S yang berjalan lambat pada tahap awal.
Di tengah ketidakpastian lini masa inovasi robotaxi dan robot humanoid, sebagian analis menilai Palantir lebih menarik karena produknya sudah terbukti mencatat pertumbuhan permintaan komersial yang masif.