Alat penghapus watermark AI atau AI watermark remover kini mulai bermunculan di kalangan pengembang software setelah perusahaan kecerdasan buatan Anthropic menerapkan sistem penanda air tersembunyi pada teks keluaran model Claude.
Berdasarkan laporan Business Insider, kebijakan penandaan tersebut menuai kontroversi di kalangan pengguna karena label dapat melekat meski AI hanya digunakan untuk melakukan penyuntingan ringan atau penerjemahan teks.
Sebagai respons atas keresahan tersebut, sejumlah pengembang independen merilis perangkat lunak open-source untuk membersihkan metadata maupun pola pilihan kata statistik yang menandai teks buatan AI.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengusaha teknologi asal Paris, Guillaume Meyer, meluncurkan proyek open-source bernama Watermarks Remover yang mampu menghapus karakter tersembunyi serta menulis ulang teks guna menghilangkan pola watermark.
Dari analisis Kabayan News, kehadiran berbagai perangkat pembersih watermark ini menunjukkan celah besar dalam efektivitas penandaan digital teks AI sekaligus memicu perdebatan hukum terkait regulasi AI Act di Uni Eropa.