Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, Pemerintah Bolivia secara resmi telah mengirimkan draf kesepakatan keuangan senilai 1,9 miliar dolar Amerika Serikat yang dicapai dengan Fondo Monetario Internacional ke Parlemen untuk melalui proses analisis serta evaluasi persetujuan lebih lanjut.
Berdasarkan laporan yang dikutip, Menteri Ekonomi dan Finansial Publik Christian Morales menyatakan bahwa draf yang masuk dalam rancangan undang-undang tersebut bertujuan untuk memperkuat program reformasi ekonomi negara guna mengatasi berbagai tantangan fiskal yang ada.
Dalam keterangannya, Morales menjelaskan bahwa seluruh anggota legislatif diberikan akses penuh terhadap isi perjanjian serta persyaratan yang menyertainya demi transparansi publik dalam proses perdebatan di gedung parlemen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDana pinjaman yang diajukan tersebut rencananya akan dialokasikan untuk mendongkrak posisi cadangan devisa internasional, memastikan kelancaran arus mata uang asing di pasar domestik, serta melanjutkan upaya stabilisasi nilai tukar.
Kesepakatan strategis antara Bolivia dan pihak lembaga keuangan internasional ini sebelumnya telah diresmikan pada akhir bulan Juli lalu, di mana pemerintah meyakini langkah tersebut mampu membuka jalan bagi pendanaan multilateral lainnya.