Produksi kendaraan nasional berupa mobil dan motor listrik berpotensi mendatangkan keuntungan besar bagi perekonomian Indonesia jika digenjot secara serius dan terarah.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu menyampaikan bahwa langkah strategis ini mampu memperkuat kedaulatan energi nasional.
"Secara makro, langkah ini memperkuat kedaulatan energi dengan memangkas impor BBM yang selama ini menguras devisa dalam jumlah besar setiap tahun," ujar Yannes saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSyarat Utama Penguatan Industri Otomotif Nasional
Selain menekan angka impor bahan bakar minyak, pengembangan industri kendaraan dalam negeri diyakini mendongkrak nilai tambah komoditas mineral penting.
Cadangan nikel nusantara dapat diubah dari sekadar bahan mentah ekspor menjadi ekosistem baterai bernilai tambah tinggi serta menyerap banyak tenaga kerja.
Aspek ekonomi sirkular akan terbentuk secara optimal apabila seluruh rantai pasok dari hulu hingga hilir dikuasai sepenuhnya oleh pelaku industri lokal.
"Tetapi semua ini bersyarat pada satu hal, yakni kandungan lokalnya harus menukik ke komponen inti, bukan kemudian berhenti di rangka dan bodi," tegasnya.
Keterlibatan komponen utama buatan dalam negeri menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar.
Potensi besar ini menuntut komitmen kuat dari berbagai pihak agar transformasi dari negara importir menjadi pemain global dapat terwujud nyata.
Dengan perencanaan jangka menengah dan panjang yang matang, posisi Indonesia dalam rantai pasok industri otomotif dunia diprediksi semakin diperhitungkan.