Pemerintah Inggris resmi memulai peninjauan komprehensif terhadap aturan mandat ZEV yang mewajibkan produsen otomotif menggenjot produksi kendaraan ramah lingkungan. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, kebijakan strategis ini membuka peluang besar pemangkasan target penjualan mobil listrik secara signifikan sebelum dekade ini berakhir.
Berdasarkan aturan berjalan, mandate Zero Emission Vehicle atau ZEV menuntut pabrikan mencapai 80 persen penjualan mobil baru bebas emisi pada 2030 dan naik menjadi 100 persen di 2035. Namun, konsultasi publik terbaru digulirkan pemerintah untuk menurunkan target tahun 2030 tersebut menjadi 70, 60, atau bahkan 50 persen.
Transport Secretary Heidi Alexander menyatakan bahwa komitmen akhir untuk menyetop penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel murni pada 2030 tetap tidak berubah. "Tujuan akhirnya tidak berubah, tetapi kita perlu merangkul dunia usaha dalam perjalanan ini," ujarnya menjelaskan arah kebijakan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWacana pelonggaran aturan ini langsung memicu perdebatan sengit di tengah industri otomotif Inggris yang menghadapi tekanan rantai pasok global dan tarif internasional. Di satu sisi, para pabrikan mobil mendambakan fleksibilitas lebih besar, sementara sektor industri pengisian daya menilai aturan ketat sangat vital untuk memberikan kepastian investasi.
Dari analisis Kabayan News, perdebatan ini mencerminkan dilema ekonomi yang dihadapi pembuat kebijakan dalam menjaga keseimbangan antara daya beli konsumen dan investasi infrastruktur hijau. Pemerintah sendiri mencatatkan lebih dari dua juta kendaraan listrik kini telah terdaftar di jalan raya Inggris didukung program subsidi hibah bernilai miliaran poundsterling.