Produksi truk Ford F-Series melonjak hingga mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada Agustus 2026. Peningkatan produksi ini dilakukan perusahaan guna memulihkan inventaris dealer yang sempat terganggu akibat kebakaran fasilitas pemasok aluminium dalam setahun terakhir.
Perusahaan mengonfirmasi bahwa produksi truk Super Duty melampaui 39.000 unit pada Agustus, yang merupakan catatan bulanan tertinggi sejak Maret 2006. Sementara itu, produksi model F-150 mencapai tingkat terkuatnya sejak Agustus 2024, didukung kerja sama pemulihan fasilitas pemasok Novelis di Oswego, New York.
Kepala Penjualan AS Ford Rob Kaffl menyatakan bahwa para dealer akan segera merasakan dampak dari peningkatan produksi tersebut dalam beberapa waktu ke depan. "Kami meningkatkan produksi. Dealer akan mulai melihat dalam 30, 60, 90 hari ke depan peningkatan produksi itu, dan kami memiliki rantai pengiriman yang sehat," ujar Kaffl.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeInventaris truk pikap dealer Ford saat ini berada di kisaran 40 hari, angka yang masih berada di bawah target perusahaan antara 50 hingga 60 hari. Meskipun pemulihan produksi terus digenjot, Ford mencatatkan penurunan penjualan tahun-ke-tahun di AS sebesar 10,3 persen pada Agustus, dengan penjualan F-Series turun 10,9 persen sepanjang tahun ini.
Strategi Ford Atasi Hambatan Rantai Pasok Aluminium
Gangguan rantai pasok yang memengaruhi produksi F-Series berakar dari kebakaran fasilitas aluminium milik Novelis di Oswego, New York, pada September dan November tahun lalu. Insiden tersebut diperkirakan membebani keuangan Ford dengan estimasi biaya mencapai 1,5 miliar dolar AS pada tahun ini.
Kendati menghadapi berbagai tantangan produksi dan penurunan penjualan bulanan, pangsa pasar ritel Ford di AS tercatat sebesar 11,7 persen pada Agustus. Angka tersebut memberikan sinyal positif di tengah tekanan pasar otomotif secara keseluruhan.
Selain masalah pasokan, Ford juga dihadapkan pada tantangan lain seperti penghentian produksi beberapa model kendaraan tertentu dan pengurangan volume sewa armada secara sengaja. Perusahaan juga mencatat pergeseran waktu libur akhir pekan Hari Buruh ke bulan September turut memengaruhi perbandingan data penjualan.
Ford tetap optimistis bahwa peningkatan ketersediaan unit di tingkat dealer pada paruh kedua tahun 2026 akan memperkuat posisi penjualan F-Series ke depan. Langkah pemulihan ini menjadi fokus utama pabrikan asal Amerika Serikat tersebut dalam mengembalikan performa bisnis otomotif mereka.