Diamondback Energy terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan eksplorasi hidrokarbon terkemuka di Amerika Serikat. Bermarkas di Midland, Texas, perusahaan ini memusatkan seluruh kegiatan operasionalnya pada pengembangan sumber daya alam di kawasan kaya minyak, Permian Basin.
Data per akhir Desember 2024 menunjukkan perusahaan memiliki cadangan terbukti sebesar 3.557 juta barel setara minyak. Komposisi cadangan tersebut terdiri dari 49 persen minyak bumi, 24 persen gas alam, dan 27 persen cairan gas alam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerusahaan ini masuk dalam daftar bergengsi Fortune 500 dengan menempati peringkat ke-383. Selain itu, Diamondback Energy juga tercatat di posisi ke-471 dalam daftar Forbes Global 2000, yang membuktikan skala bisnis mereka dalam industri energi dunia.
Perjalanan panjang perusahaan dimulai sejak Desember 2007 lewat akuisisi lahan seluas 4.174 hektar di Permian Basin. Sejak saat itu, mereka terus melakukan ekspansi besar-besaran untuk menguasai pangsa pasar energi domestik.
Deretan Kontroversi Menyeret Diamondback Energy
Pada Oktober 2012, perusahaan resmi melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana di Nasdaq. Menggunakan kode saham FANG, nama tersebut terinspirasi dari logo perusahaan yang saat itu menampilkan gambar ular derik khas Amerika.
Pertumbuhan pesat Diamondback Energy didukung oleh serangkaian akuisisi strategis selama satu dekade terakhir. Beberapa langkah korporasi besar meliputi pembelian aset Brigham Resources, Energen, QEP Resources, hingga Endeavor Energy Resources.
Di balik pencapaian bisnisnya, Diamondback Energy tidak luput dari sejumlah isu miring. Pada Oktober 2023, perusahaan dituding menjadi kontributor utama peningkatan pembakaran gas atau flaring di kawasan Permian Basin.
Tantangan hukum kembali muncul pada awal tahun 2024 ketika perusahaan menghadapi gugatan class action. Diamondback Energy dituduh terlibat dalam skema ilegal pengaturan harga bersama tujuh produsen migas lainnya di Amerika Serikat.