Kabupaten Nias Utara berdiri sebagai salah satu kabupaten di Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara, yang diresmikan pada 29 Oktober 2008. Wilayah ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Nias dengan pusat pemerintahan yang terletak di Kecamatan Lotu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik terbaru tahun 2024, kabupaten ini dihuni oleh 153.174 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan. Wilayah seluas 1.242,14 km² ini memiliki posisi geografis strategis karena berbatasan langsung dengan luasnya Samudra Hindia di sisi utara dan barat.
Pemerintahan kabupaten saat ini dipimpin oleh Bupati Amizaro Waruwu dan Wakil Bupati Yusman Zega. Pasangan ini dilantik untuk periode 2021-2024, melanjutkan estafet kepemimpinan daerah sejak diresmikannya wilayah tersebut oleh Menteri Dalam Negeri H. Mardiyanto.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDinamika politik dan sosial di Nias Utara terus berjalan dinamis, seiring dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor, termasuk ekonomi dan kesejahteraan warga.
Daya Tarik Wisata dan Potensi Ekonomi Lokal
Kabupaten Nias Utara memiliki kekayaan objek wisata alam yang sangat eksotis, salah satunya adalah Pantai Tureloto yang memiliki fenomena unik serupa Laut Mati. Wisatawan dapat mengapung di atas air laut yang tenang dengan pemandangan karang memukau di sepanjang garis pantai.
Destinasi unggulan lainnya mencakup Danau Megoto yang memiliki kemampuan unik berubah warna serta Air Terjun Luaha Ndroi dengan kesejukan alaminya. Kehadiran destinasi ini tidak hanya memperkaya peta wisata Sumatera Utara, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.
Di sektor ekonomi, masyarakat Nias Utara dominan bergerak di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor ini menjadi penyumbang nilai tambah bruto terbesar, didukung oleh kekayaan komoditas seperti kelapa, karet, kakao, dan berbagai hasil perikanan tangkap yang produktif.
Upaya pengembangan UMKM terus dilakukan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi lokal, mulai dari pengolahan makanan hingga kerajinan tangan. Peningkatan sarana infrastruktur di kawasan ibu kota Lotu menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.