Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Profil Manga, Komik Jepang dengan...
EKONOMI

Profil Manga, Komik Jepang dengan Penjualan Rp704 Triliun di 2024

By Redaksi Kabayan News • 5 min read • 7 Agustus 2026
Koleksi manga Jepang dengan berbagai genre dan volume tankōbon

Koleksi manga Jepang dengan berbagai genre dan volume tankōbon

Manga merupakan komik atau grafis novel yang berasal dari Jepang dengan sejarah panjang yang telah membentuk budaya pop global selama lebih dari satu abad. Istilah manga sendiri terdiri dari dua kanji yaitu "man" yang berarti impromptu atau main-main dan "ga" yang berarti gambar, pertama kali populer pada akhir abad ke-18 melalui karya Santō Kyōden. Perkembangan manga tidak lepas dari pengaruh emakimono atau gulungan gambar dari abad ke-12 yang menjadi cikal bakal bentuk narasi visual di Jepang.

Industri manga Jepang menunjukkan pertumbuhan fenomenal dengan nilai pasar mencapai ¥704,3 miliar atau sekitar Rp704 triliun pada tahun 2024, melampaui rekor sebelumnya. Lonjakan signifikan terjadi pada 2020 saat pandemi COVID-19 mendorong masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, sehingga pasar manga melesat ke ¥612,6 miliar. Menariknya, manga digital kini mendominasi dengan kontribusi sekitar ¥500 miliar, sementara manga cetak masih bertahan di angka ¥200 miliar meskipun tren penurunan terus berlanjut.

Manga telah menjadi fenomena global dengan kehadiran kuat di berbagai pasar internasional seperti Amerika Utara, Eropa, dan Timur Tengah. Pada 2021, pasar manga Amerika Utara bernilai hampir $250 juta dan menyumbang 76% dari total penjualan komik dan grafis novel di AS. Di Prancis, manga menguasai 38% pasar komik pada 2005 dengan nilai sekitar €460 juta, menjadikannya salah satu pasar manga terbesar di luar Jepang. Dominasi ini didukung oleh ketersediaan manga di aplikasi digital, rantai toko buku, dan popularitas anime yang terus meningkat.

Sejarah manga modern tidak lepas dari peran Osamu Tezuka yang dijuluki sebagai "God of Manga" dengan karyanya Astro Boy yang merevolusi industri pada era pasca-Perang Dunia II. Tezuka memperkenalkan teknik sinematografi dalam panel manga yang menyerupai gerakan lambat dan zoom cepat seperti dalam film, gaya yang kemudian diadopsi luas oleh seniman manga lainnya. Machiko Hasegawa melalui Sazae-san juga memberikan kontribusi besar dengan fokus pada kehidupan sehari-hari dan pengalaman perempuan yang menjadi ciri khas genre shojo.

Perjalanan Panjang Manga dari Gulungan Kertas hingga Dominasi Digital Global

Manga

Di Jepang, manga dibaca oleh semua kalangan usia dan mencakup beragam genre mulai dari aksi, petualangan, komedi, drama, misteri, roman, hingga fiksi ilmiah dan fantasi. Manga biasanya diterbitkan berseri dalam majalah besar yang berisi banyak cerita dalam satu edisi, sebelum dikumpulkan menjadi volume tankōbon yang lebih mudah dikoleksi. Keberhasilan sebuah seri manga sering berujung pada adaptasi anime yang semakin memperluas jangkauan audiens dan menciptakan ekosistem hiburan yang saling menguntungkan.

Empat penerbit manga terbesar di dunia yaitu Shueisha, Kodansha, Kadokawa, dan Shogakukan berasal dari Jepang dan mendominasi industri penerbitan global. Kehadiran perempuan di industri manga juga sangat signifikan dengan sekitar setengah dari semua seniman manga adalah wanita antara 1975 hingga 2005. Machiko Hasegawa bahkan menjadi satu-satunya seniman manga yang menerima People's Honour Award di Jepang, menunjukkan pengakuan resmi atas kontribusi budaya manga bagi masyarakat.

Akar sejarah manga dapat ditelusuri hingga abad ke-12 melalui Chōjū-jinbutsu-giga, gulungan gambar yang menggambarkan hewan-hewan berperilaku seperti manusia. Pada periode Edo, Toba Ehon dan kibyōshi yang merupakan buku bergambar satire mulai mempopulerkan format narasi visual yang mirip dengan komik modern. Hokusai Manga yang diterbitkan antara 1814-1834 juga menjadi tonggak penting yang memperkenalkan istilah manga ke publik luas melalui sketsa-sketsa penuh imajinasi.

Setelah Perang Dunia II, industri manga mengalami ledakan kreativitas yang luar biasa di bawah pengaruh budaya Amerika yang dibawa oleh tentara sekutu. Osamu Tezuka dan Machiko Hasegawa muncul sebagai pelopor yang membawa manga ke tingkat baru dengan pendekatan naratif yang lebih kompleks dan karakter yang mendalam. Anime adaptasi Sazae-san bahkan menjadi tayangan televisi dengan jumlah penonton tertinggi di Jepang pada 2011, membuktikan daya tarik lintas generasi dari karya manga.

Topics
manga komik jepang industri manga osamu tezuka astro boy shueisha kodansha tankōbon shojo manga shonen manga
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.