Brunei Darussalam merupakan negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Wilayah seluas 5.765 kilometer persegi ini berbatasan langsung dengan Laut Tiongkok Selatan serta dikelilingi oleh wilayah Sarawak, Malaysia.
Berdasarkan data Dana Moneter Internasional, negara ini mencatatkan produk domestik bruto per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Forbes juga menempatkan Brunei sebagai salah satu negara terkaya berkat cadangan minyak bumi dan gas alam melimpah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAsal-usul nama Brunei berakar dari tradisi lisan Syair Awang Semaun. Rombongan yang dipimpin Pateh Berbai mendirikan permukiman baru setelah mengucapkan perkataan baru nah karena lokasi tersebut dinilai sangat strategis dan kaya akan sumber pangan.
Sistem pemerintahan di Kesultanan Brunei sangat erat kaitannya dengan sejarah Islam. Pengaruh ajaran Islam berkembang pesat sejak Syarif Ali diangkat menjadi Sultan Brunei ketiga pada tahun 1425 Masehi, yang kemudian memperkuat penerapan syariat di berbagai sektor.
Perjalanan Sejarah dan Pengaruh Kolonial
Jejak peradaban Brunei sudah tercatat dalam berbagai sumber kuno Tiongkok dan Arab sejak abad ketujuh Masehi. Wilayah ini sempat berada di bawah pengaruh kekuasaan Sriwijaya serta Majapahit sebelum akhirnya bangkit menjadi pusat perdagangan mandiri.
Zaman kegemilangan Kesultanan Brunei terjadi antara abad kelima belas hingga ketujuh belas di bawah kepemimpinan Sultan Bolkiah. Kekuasaan maritim mereka bahkan sempat memperluas pengaruh hingga wilayah Luzon dan Sulu di utara.
Memasuki abad kesembilan belas, tantangan besar datang dari perebutan kekuasaan internal serta kehadiran kekuatan kolonial Eropa. Masuknya James Brooke membuat wilayah kekuasaan Brunei secara bertahap menyusut akibat perjanjian dan ekspansi teritorial.
Brunei sempat berada di bawah protektorat Britania Raya sebelum akhirnya memproklamirkan kedaulatan penuh pada tahun 1984. Sejak saat itu, negara ini terus membangun kemandirian ekonomi sekaligus mempertahankan identitas budaya Islam.