MSCI Inc. atau dikenal sebagai Morgan Stanley Capital International merupakan perusahaan keuangan asal Amerika Serikat dengan kantor pusat di New York City. Perusahaan ini beroperasi sebagai penyedia global untuk indeks ekuitas, pendapatan tetap, real estat, alat analisis portofolio multi-aset, serta produk keuangan ESG dan iklim. Mereka mengelola berbagai indeks acuan terkemuka dunia termasuk MSCI World, MSCI Emerging Markets, dan MSCI All Country World atau dikenal sebagai ACWI.
Kantor pusat perusahaan tersebut terletak di 7 World Trade Center di kawasan Manhattan. Bisnis utama mereka berfokus pada pemberian lisensi indeks kepada dana indeks seperti exchange-traded funds atau ETF, di mana para pengelola membayar biaya sekitar 0,02 hingga 0,04 persen dari volume investasi untuk penggunaan indeks tersebut. Hingga tahun 2025, tercatat dana senilai lebih dari 16,5 triliun dolar Amerika Serikat berbasis pada indeks keluaran MSCI.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan sejarah perusahaan bermula pada tahun 1968 ketika Capital International mempublikasikan indeks pasar saham global khusus pasar non-Amerika Serikat. Morgan Stanley kemudian melisensikan hak atas indeks tersebut pada tahun 1986 dan melakukan rebranding dengan nama Morgan Stanley Capital International. Memasuki dekade 1980-an, indeks MSCI menjadi tolok ukur utama di luar Amerika Serikat sebelum akhirnya bersaing dengan FTSE, Citibank, serta Standard & Poor's.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan melakukan berbagai langkah strategis termasuk akuisisi beberapa entitas penting seperti RiskMetrics Group pada tahun 2010 dan Burgiss Group pada tahun 2023. Perusahaan ini terus memperluas jangkauan produk melalui kerja sama lisensi dengan Cboe Global Markets serta MarketAxess guna mengintegrasikan data keberlanjutan atau ESG ke dalam indeks pendapatan tetap demi memenuhi kebutuhan investor global.
Sejarah Ekspansi Global dan Kontroversi Pasar
Ekspansi global perusahaan semakin meluas ketika pada tahun 2018 mulai memasukkan saham A-share asal China ke dalam indeks MSCI Emerging Markets. Langkah tersebut menuai beragam pandangan dari kalangan investor dan pengamat terkait risiko kepatuhan pencatatan keuangan emiten di bursa China. Sejumlah pihak dari kalangan politik Amerika Serikat bahkan sempat mempertanyakan keputusan tersebut dari sudut pandang keamanan nasional.
Di sisi lain, manajemen perusahaan menegaskan bahwa keputusan penambahan tersebut didasarkan pada pertimbangan pasar dan kepentingan kapitalisasi global tanpa muatan politis. Namun, dinamika geopolitik terus membayangi langkah bisnis perusahaan ketika harus mematuhi kebijakan pemerintah Amerika Serikat terkait pembatasan entitas tertentu di pasar finansial global.
Komite Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat untuk Persaingan Strategis sempat melakukan investigasi terhadap aktivitas penanaman modal yang terhubung dengan entitas di China. Meski menghadapi berbagai tantangan regulasi dan pengawasan ketat, posisi perusahaan sebagai penyedia indeks acuan pasar keuangan internasional tetap kokoh.
Hingga kini, produk indeks yang dikelola perusahaan menjadi rujukan utama bagi manajer investasi profesional di seluruh penjuru dunia untuk mengukur kinerja portofolio aset mereka. Kiprah panjang dari masa awal pendirian hingga menjadi pemain kunci industri finansial menunjukkan pengaruh besar perusahaan dalam ekosistem pasar modal global.